Banyuwangi (beritajatim.com) – Pabrik pengalengan ikan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi berhasil menembus pasar Eropa, tepatnya di Jerman. Tak tanggung-tanggung, pabrik itu mendapat nilai kontrak US 2,2 juta Dollar.
Ya, salah satu pabrik pengalengan ikan itu adalah Pasific Harvest. Nantinya dengan kontrak itu, pabrik tersebut akan mengirimkan sebanyak 30 kontainer. Dari jumlah itu, di antaranya 18 kontainer berisi ikan tuna dan 12 kontainer ikan sarden.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang melepas langsung ekspor tersebut mengaku bangga atas pencapaian itu. Pasalnya, selama ini cukup sulit menembus pasar Jerman terutama untuk produk makanan.
Hal itu, kata Dia, berarti produk asal Banyuwangi ini memiliki kualitas tinggi. “Ini berarti mulai bahannya, proses produksinya, pengalengannya semuanya sudah melewati prosedur yang masuk dengan standar kualitas mereka. Semoga ke depan semakin banyak negara Eropa yang akan mengikuti,” ujar Agus Gumiwang.
Atas pencapaian itu, lanjut Agus, pihaknya optimis mampu mengerek posisi ekspor produk perikanan di posisi lima besar dunia. Pasalnya, saat ini Indonesia masih berada di 10 besar.
“Optimis produktivitas pabrik pengalengan ikan yang ada di Banyuwangi bisa mendongkrak posisi Indonesia untuk bisa masuk ke dalam lima besar dunia,” terangnya.
BACA JUGA:
Sekardadu Banyuwangi Bikin Sungai Bersih dan Multifungsi
Sementara itu, Manajer Ekspor Pasific Harvest Anang Kurniawan menambahkan, saat ini pabriknya mampu mengekspor 80 kontainer dengan nilai US$ 8 juta setiap bulan. Baik jenis ikan kaleng sarden dan ikan tuna.
“Untuk ikan tuna bahan baku sudah 100 persen dari dalam negeri. Ikan sarden baru 70 persen, yang 30 persennya lagi impor. Dengan dukungan pemerintah kami optimis untuk bisa menambah jumlah produksi sampai dua kali lipat dari saat ini,” ujarnya.
Kecamatan Muncar memang dikenal dengan potensi perikanan yang melimpah. Bahkan Pelabuhan Muncar Banyuwangi identik dengan komoditas utama berupa ikan lemuru yang banyak ditangkap oleh nelayan. Jenis ikan inilah yang diolah dan dijadikan produk sarden.
BACA JUGA:
Warga Banyuwangi Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah
Sedangkan Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, menyebut ini menjadi peluang baru baik dari segi ekonomi maupun di sisi tenaga kerja. Otomatis, dengan bertambahnya nilai ekspor juga akan berpengaruh pada geliat warga Banyuwangi yang ikut bekerja.
“Pekerja dari warga Muncar setempat yang bekerja di perusahaan ini mencapai 5000 orang. Jelas pengaruhnya akan menggerakkan perekonomian warga Banyuwangi,” pungkasnya. [rin/but]






