Ngawi (beritajatim.com) – Musim kemarau membuat sumur sawah petani di Desa/Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi membuat tanaman padi petani mati. Petak sawah mereka sudah retak-retak. Padia berusia dua bulan itu pun sudah mengering.
Sarwono, salah seorang petani desa setempat, mengaku jika sawahnya seluas 3,5 hektar pun dipastikan mati. Dirinya merugi sekitar Rp50 juta untuk biaya tanam.
“Ini kekurangan air, air tidak mencukupi akhirnya tanaman mati. Seluas 3,5 hektar, sudah tidak mampu ya sudah pasrah ini Rp50 juta melayang. Petani yang lain kalau air masih mencukupi ya masih ada kembalian sedikit,” kata Sarwono, Minggu (27/8/2023).
Baca Juga: Santri di Lamongan Meninggal, Diduga Jadi Korban Kekerasan
Wawan Ariawan, petani yang lain pun masih mencoba untuk mempertahankan tanaman padi yang sudah hampir mati akibat kurangnya asupan air.
“Ya masih coba kami tali begitu ya. Supaya tetap mau berbuah. Semoga masih bisa balik modal separo,” katanya.
Sebagian petani sudah meninggalkan lahan sawah mereka dan dibiarkan mati karena kurang air. Meski mereka tetap bersedih karena tak bisa balik modal. [fiq/ian]






