Banyuwangi (beritajatim.com) – Jagoan Bisnis Banyuwangi 2023 memasuki fase mentoring. Sebanyak 33 tim bakal berebut menjadi yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah sebagai stimulus modal usaha.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, para peserta mendapatkan sesi mentoring sebagai bekal pengalaman bisnis. Mentornya diambil langsung dari para pebisnis sukses. Ini juga sebagai langkah nyata untuk membuktikan jika anak daerah juga bisa sukses berbisnis hingga ke kancah internasional.
“Kami sengaja menghadirkan local heroes agar peserta bisa memiliki pengalaman langsung tentang pelaku bisnis sukses yang dekat dengan mereka. Sehingga bisa menjadi barometer bahwa kesuksesan bisa tetap diraih meski berada di daerah,” terang Ipuk.
Misalnya Tony Midi. Dia adalah ilustrator asli Banyuwangi yang karyanya telah menembus kancah dunia. Enggal Purna Prahara, pengusaha otomotif asli daerah yang masuk pasar ekspor. Kemudian, Danar Indra yang juga Founder Carabicara, platform peningkatan komunikasi bisnis.
“Semoga sesi ini bisa menambah motivasi dan inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan bisnisnya ke depan. Selain mendapatkan insight dan motivasi, peserta silakan sharing bagaimana perjuangan mereka,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Kini Ribuan Pelaku UKM di Banyuwangi Bersertifikat Halal
Di sini, para mentor all out memberikan pengaruhnya untuk berbagi strategi dan pengalaman usahanya. Tony Midi misalnya. Dia mengaku jika pebisnis harus mempunyai prinsip kuat. Yakni konsistensi, eksistensi dan motivasi. Konsistensi adalah bagaimana seorang pebisnis terus menghasilkan produk atau karya secara berkelanjutan.
“Kadang ketika karya atau produk kita belum diterima oleh pasar, kita lalu berhenti. Kalau saya tidak. Jelek atau bagus saya tetap menghasilkan karya secara konsisten,” kata Tony yang pernah bekerjasama dengan Marvels Studio dan Universal Studio di Amerika.
Tony mencontohkan terkait fenomena media sosial yang memiliki ragam pemanfaatan. Medsos, menurutnya menjadi wadah yang cocok dan media yang ampuh untuk menunjukkan eskistensi.
“Kunci berikutnya adalah motivasi. Awalnya ingin menjadi ilustrator nasional, setelahnya meningkat ingin merambah internasional. Alhamdulillah tercapai. Kemudian saya lanjutkan dengan membangun studio di Malang dan Banyuwangi,” imbuhnya.
Begitu halnya Enggal Purna Prahara. Sejauh ini dia merupakan anak muda yang menekuni bisnis otomotif building dan modifikasi sepeda motor.
BACA JUGA:
Oleh-oleh dari Estonia Jadi Andalan Layanan Publik di Banyuwangi
Tak ubahnya Tony Midi, Enggal juga membakar semangat para peserta untuk tidak pantang menyerah, meskipun masih pemula. Sebab tantangan dan rintangan pasti akan menjadi bumbu yang tidak bisa dilepaskan dari seorang pebisnis.
Hasilnya, dia mampu berbicara banyak dengan karyanya yang mampu menembus pasar sejumlah negara seperti Amerika, Cina, Jepang dan Malaysia.
“Sejak memulai bisnis pada 2005 saya juga menghadapi jatuh bangun dalam bisnis ini, tapi jangan sampai kita berhenti. Sama seperti Mas Tony, konsistensi adalah kunci,” ujar Enggal.
Jagoan Bisnis 2023 masih akan berlanjut dengan sesi mentoring offline pada 22 Agustus 2023. “Hari ke-dua selain mentoring juga ada agenda pitching session atau presentasi bisnis dari para peserta,” jelas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Azis Hamidi.
Jagoan Bisnis merupakan program yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi untuk mencetak ratusan anak muda setempat menjadi pengusaha. Selain Jagoan bisnis, pemkab juga meluncurkan program inkubasi anak muda di bidang pertanian (Jagoan Tani) dan juga bidang teknologi informasi-Jagoan Digital. [rin/beq]






