Blitar (beritajatim.com) – Selama beberapa hari terakhir, harga telur di tingkat peternak Blitar anjlok menyentuh angka Rp 19.000 per kilogram. Mendapati laporan tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun langsung turun ke Kecamatan Doko Kabupaten Blitar untuk bertemu para peternak ayam petelur.
Disana Bapanas menyampaikan akan berupaya menyerap telur peternak Blitar melalui program bantuan pangan stunting yang akan segera digulirkan. Program tersebut diharapkan bisa menyerap telur peternak rakyat Blitar, sehingga harga bisa segera normal kembali.
“Kami sampaikan tadi di dalam, hari ini pemerintah sudah memutuskan akan ada lagi program untuk stunting artinya akan ada bantuan berupa ayam dan telur, sehingga harapannya ketika kami serap melalui kementerian pangan nanti, harga ditingkat peternak bisa kembali normal,” kata Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Minggu (03/09/23).
Menurut Bapanas ada sejumlah permasalahan yang membuat harga telur ayam di tingkat peternak Blitar anjlok. Padahal kondisi harga dan penjualan telur ayam di pasaran baik di Jawa Timur maupun Jakarta saat ini masih tergolong normal atau baik-baik saja.
Kondisi tersebut pun masih menjadi pekerjaan rumah atau PR untuk semua pihak. Menurut Bapanas perlu ada kajian khusus untuk membahas dan mencari penyebab kenapa ada perbedaan harga yang cukup tinggi antara di tingkat peternak dengan pedagang pasar.
“Di pasar masih stabil di harga 27-28 lah, ini yang harus dicari sama-sama, kenapa di peternak 20 ribu di Jakarta sampai 28 ribu, apakah memang distribusinya mahal atau rantai distribusinya yang panjang itu yang harus dicari,” ungkapnya.
Ada berbagai kemungkinan yang membuat kesenjangan harga antara tingkat peternak dan pedagang pasar. Salah satunya yakni mahalnya biaya distribusi dan panjangnya rantai pengiriman telur ayam dari peternak Blitar ke pedagang yang ada di Jakarta atau Surabaya.
Semakin panjang rantai distribusi maka akan semakin mahal pula harga jual telur. Dampak sebaliknya harga telur di peternak justru akan sulit naik saat rantai distribusi telur semakin panjang.
BACA JUGA:
Ada Mafia di Balik Anjloknya Harga Telur di Peternak Blitar?
Kemungkinan lain adalah adanya pemain yang berada di antara peternak dan pedagang yang sengaja mencari keuntungan. Para pemain ini bisa saja menghembuskan isu murahnya harga telur ke peternak demi bisa meraup keuntungan lebih banyak dari penjualan telur.
“Atau justru yang di middle ini para pedagang yang berada di tengah ini mau mengambil keuntungan yang lebih banyak dari peternaknya,” imbuhnya.
Kabupaten Blitar sendiri merupakan penyuplai 30 persen kebutuhan telur untuk nasional. Sehingga ketika harga dan ketersediaan telur di Kabupaten Blitar bergejolak maka secara otomatis di tingkat nasional juga akan bermasalah.
BACA JUGA:
Ini Sebab Harga Telur Ayam di Peternak Blitar Terjun Bebas
Maka dari itu Bapanas akan berupaya menyerap telur ayam dari peternak Blitar melalui program bantuan pangan stunting, dengan tujuan menstabilkan harga serta melindungi nasib peternak. Saat ini total ada 3.500 peternak di Kabupaten Blitar yang menggantungkan hidup dari peternak ayam petelur.
Jika kondisi harga telur terus jatuh, maka secara otomatis ada ribuan warga Kabupaten Blitar yang merugi atau gulung tikar.
“Maka dari itu nanti kami akan serap dengan harapan harga bisa stabil apalagi saat ini harga telur sedang anjlok,” tutupnya. [owi/but]






