Blitar (beritajatim.com) – Dampak efisiensi anggaran, proses tender untuk pembangunan dua sekolah di Kota Blitar harus tertunda. Padahal, kedua proyek tersebut seharusnya sudah mulai dilelang bulan ini.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Dindin Alinurdin mengungkapkan, penundaan lelang ini harus dilakukan karena belum adanya kejelasan soal nilai efisiensi dari tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Pihaknya pun kini masih menunggu nilai pasti efisiensi tersebut.
Adapun 2 proyek yang terdampak dan harus tertunda lelangnya adalah pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar dan pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor.
“Seharusnya proses tender bisa dimulai bulan ini, tetapi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, kami masih menunggu keputusan final dari TAPD. Kami berharap paling lambat pada bulan Maret mendatang proses tender sudah bisa berjalan,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Nilai anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar sendiri mencapai Rp2,5 miliar. Sementara pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor memerlukan dana sekitar Rp1,5 miliar.
“Kami berharap efisiensi anggaran tidak terlalu besar sehingga pembangunan sekolah tetap bisa berjalan sesuai rencana. Fasilitas sekolah yang memadai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Blitar,” tambahnya.
Khusus SMPN 6 Blitar kini seharusnya sudah memasuki tahap ke 3 pembangunan. Namun hal itu harus tertunda akibat belum jelasnya nilai efisiensi. Padahal rencananya untuk pembangunan tahap ketiga SMPN 6 Blitar akan berfokus pada penambahan paving di area depan.
Sementara itu, pembangunan gedung baru TK Kepanjenlor bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan usia dini di wilayah tersebut. Kini Dinas Pendidikan Kota Blitar akan terus berkoordinasi dengan TAPD dan berharap ada kepastian dalam waktu dekat.
“Kami akan mengupayakan agar proyek ini tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di Kota Blitar,” pungkasnya. [owi/beq]






