Surabaya (beritajatim.com)- Banyak anak muda menyukai permen dan cokelat karena rasanya yang manis, bahkan cokelat kini menjadi simbol untuk menunjukkan perasaan suka terhadap pasangannya. Permen atau cokelat kerap dianggap sebagai obat untuk meredakan stres dan perasaan sedih. Makanan manis dikenal sebagai mood booster karena rasa manis yang dikandung dalam permen dan cokelat mampu menenangkan perasaan yang bergejolak. Tidak heran orang-orang menjadikan makanan manis sebagai obat dan teman saat sedang stres atau lelah.
Namun, dibalik rasanya yang menyenangkan, coklat dan permen juga memiliki efek tersembunyi yang dapat mempengaruhi, baik kesehatan tubuh atau kesehatan mental. Terlalu banyak mengkonsumsi coklat dan permen dapat memicu menumpuknya zat gula dan lemak di dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi makanan manis berlebihan menjadikan kita tidak mendapatkan nutrisi dari makanan yang seimbang.
Mood Swing yang Berlebihan
Rasa manis dari permen, coklat, atau kue dapat memberikan rasa semangat dan senang akibat pelepasan dopamin yang terjadi karena adanya dorongan instan dari glukosa dalam darah. Meski begitu, mengkonsumsi makanan manis berlebihan dapat memicu rasa lemas, mudah tersinggung, gelisah, bahkan murung. Hal ini diakibatkan karena keadaan gula darah yang menurun secara drastis untuk menurunkan lonjakan glukosa yang berlebihan. Nyatanya, dibalik rasa nikmat yang diberikan, makanan manis justru menjadi faktor utama terjadinya mood swing.
Kecanduan Makanan Manis
Terlalu sering makan makanan manis dapat menjadikan tubuh kecanduan dengan makanan manis. Bahkan juga dapat memicu rasa stres dalam pikiran. Ketika tubuh sudah merasa ketergantungan lama-kelamaan, tubuh dan otak terbiasa dengan “dosis” gula tertentu, sehingga membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan efek yang sama. Hal ini tentu menjadi dampak negatif bagi tubuh dan kesehatan karena dapat memicu timbulnya berbagai penyakit
Dampak Fisik yang Mempengaruhi Psikologis
Dampak negatif yang diterima tubuh karena terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat menyebabkan kenaikan berat badan, kerusakan pada gigi, tumbuhnya jerawat, dan bahaya lainnya. Dampak pada tubuh ini dapat mempengaruhi kondisi fisik yang menyebabkan rasa tidak percaya diri. Akibatnya, kita merasa malu untuk bertatap muka atau berbicara dengan orang lain. Hal ini dapat memberikan tekanan berlebihan pada pikiran yang menyebabkan stres berkepanjangan.
Makanan manis memang membantu dalam beberapa kondisi, seperti saat sedang tidak mood, pusing, lelah, bahkan sedih. Namun, kita tidak boleh terhanyut dalam rasa tenang dan senang yang diberikan oleh zat gula. Penting untuk dapat mengontrol mengkonsumsi makanan manis agar tubuh tetap terjaga. Dengan langkah kecil yang konsisten, kalian dapat menikmati manisnya hidup tanpa harus menanggung pahitnya risiko kesehatan. Mulai hari ini, kendalikan manisnya pilihanmu untuk tubuh dan pikiran yang lebih seimbang. [Erlina]






