Kediri (beritajatim.com) – BPJS Kesehatan bersama Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kediri mendorong generasi muda untuk melakukan Skrining Riwayat Kesehatan sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit. Ajakan tersebut disampaikan kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Plosoklaten.
Kepala BPJS Kesehatan Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan skrining kesehatan penting dilakukan oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya generasi muda.
Tutus menegaskan, hasil skrining tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga membantu dokter dalam memahami kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh, terutama untuk mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini.
“Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula langkah antisipasi yang dapat diambil. Hasil skrining juga membantu dokter dalam mengetahui kondisi peserta secara lebih akurat, sehingga layanan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran,” tegas Tutus.
Ia juga mengimbau agar generasi muda tidak menunda melakukan skrining kesehatan. Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan sejak usia muda dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup di masa mendatang.
Sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Silvia Firza Sabila menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining, khususnya bagi generasi muda yang kerap merasa sehat dan kurang memperhatikan kondisi tubuh.
“Saya mengajak teman-teman di sekolah untuk bersama-sama melakukan skrining riwayat kesehatan melalui Mobile JKN. Memang, sebagai generasi muda, kita cenderung merasa sehat dan belum terlalu peduli dengan kondisi tubuh. Namun, penting bagi kita untuk mengetahui potensi penyakit sejak dini, meskipun kita belum merasakannya,” ujar Silvia.
Silvia menjelaskan, skrining riwayat kesehatan dilakukan satu kali dalam setahun bagi seluruh peserta JKN berusia 15 tahun ke atas. Apabila hasil skrining menunjukkan adanya potensi risiko penyakit kronis, peserta akan diarahkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Proses pengisiannya sangat cepat dan mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Kuesionernya pun sederhana dan bisa diisi melalui Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Website BPJS Kesehatan, atau langsung dibantu oleh petugas di FKTP terdaftar,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika hasil skrining menunjukkan tidak adanya risiko penyakit, peserta cukup melanjutkan pola hidup sehat, seperti berolahraga minimal 30 menit per hari. Namun jika terdeteksi adanya risiko, peserta diimbau segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP untuk pemeriksaan lanjutan.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Plosoklaten, Hadi Sugiharto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan skrining kesehatan yang digagas oleh Duta Muda BPJS Kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi program skrining kesehatan ini, terutama bagi siswa-siswi kami. Kegiatan seperti ini sangat relevan karena dapat membantu mereka memantau kondisi kesehatan secara rutin, sehingga mereka bisa lebih fokus dan optimal dalam belajar tanpa terganggu masalah kesehatan. Ini adalah bentuk perhatian terhadap kesehatan generasi muda yang harus terus diterapkan,” tambah Hadi. [nm/but]






