Surabaya (beritajatim.com) – Masa pandemi memang menjadi hal tersulit bagi para pengusaha terutama di bidang pariwisata, beragam inovasi dilakukan untuk bertahan mencukupi kebutuhan setiap harinya.
Seperti salah satunya, IB Gede Drewseen Setia Dharma pengusaha travel asal Gianyar, Bali ini merasakan dampaknya selama hampir tiga tahun Bali mengalami lockdown turis lokal maupun luar negeri.
Otomatis travel agent miliknya berhenti total, bahkan ia pun sempat gulur tikar dan menjual beberapa aset yang dimilikinya untuk bisa menutup semua kebutuhan dan mengembalikan uang muka para wisatawan yang sudah terlanjur booking untuk berlibur.
“Awalnya saya pengusaha travel agent, lalu kena pandemi begitu langsung gulur tikar beberapa aset saya jual untuk bisa bertahan dan mengembalikan semua uang muka para wisatawan tapi akhirnya saya mencoba survive dan bangkit,” ucap pria berparas manis ini.
Lalu berawal dari sebuah postingan foto tempat wisata di Bali di sebuah feed instagram pribadinya, Drewseen menemukan cela untuk mencoba peruntungan baru menjadi seorang conten creator yang tidak jauh dari pekerjaanya menjadi seorang travel agant.
Mungkin baginya pertama kali berhadapan dengan kamera sangat sulit karena tidak terbiasa, namun karena kebutuhan yang bisa menghasilkan pemasukan pria berdarah Bali dan USA ini pun membuat konten-konten referensi liburan untuk para followersnya yang saat itu masih 400 pengikut.
Satu setengah tahun usahanya membuahkan hasil, setiap hari ia membuat konten wisata dan referensi villa maupun hotel berkonsep luxury mencuri para pengguna sosial media. Review yang dilakukan berbuah manis, tak jarang para penikmat sosial media ini mengikut dan menjadikan sosial medianya sebagai referensi untuk berwisata di Bali dan sekitarnya.
“Awal itu followers saya cuma 400 orang, sekarang sudah 43,7 ribu pengikut, ini bukan hal mudah bagi saya yang gagap teknologi tapi saya berusaha memberikan referensi para pecinta sosial media untuk berlibur ditempat yang saya review dan hasilnya mereka pada suka maka tak jarang saat ini saya juga mulai mereview beberapa hotel di luar Bali,”ceritanya.
Untuk membuat feed yang menarik, Drewseen kini memiliki tim yang bisa memberikan ide untuknya menciptakan foto atau karya yang bagus untuk dinikmati. Dalam sstu minggu ia harus mempost tujuh tempat wisata maupun penginapan yang merefsrensi para pecinta traveller.
“Saya kira mudah jadi conten creator ternyata susah dan butuh eford yang lebih, apalagi kalau kita mengunjungi satu destinasi yang harus naik-naik gunung dan butuh perjuangan. Dari sini saya merasakan betapa susahnya kerja ditengah pandemi dan menjadi seorang yang menciptakan karya,”imbuhnya.
Hasilnya, tentu berdampak pada bisnis travel agentnnya dengan menjadi conten creator ia bisa membangkitkan kembali usaha travelnya yang sempat mati karena pandemi. Menurutnya hal ini bisa menjadi sebuah referensi dan ide bagi para pengusaha travel lainnya dengan mencoba inovasi dan keluar dari zona kenyamanan.
“Kalau ditanya soal harga endorsment ya cukuplah karena plafom saya disini luxury jadi para vendor tahu kualitas dan kuantitas hasil saya dan impectnya tentu bisa di cek dan docoba. Ini bisa menjadi satu inspirasi untuk para anak muda yang lain untuk bisa kembali bangun dari keterpurukan dan keluar dari zona nyaman intinya jemput bola berusaha bertahan dengan hal yang beda,”imbuhnya. (way/kun)






