Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 2.000 pohon mangrove ditanam di sepanjang Pantai Kutang Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Penanaman ini dilakukan untuk merestorasi lingkungan setempat.
Gerakan menanam pohon mangrove ini dilakukan oleh gabungan eks Brimob dan Polairud Pores Lamongan dan Bojonegoro. Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Menurut Bupati Yuhronur, penanaman mangrove di sekitar pantai serentak ini digelar dalam rangka HUT ke-78 Brimob dan Polairud ke-73. Kegiatan ini bertujuan untuk merestorasi lingkungan.
Selain itu, tutur Yuhronur, kegiatan ini juga untuk melakukan mitigasi bencana alam, iklim, melindungi pantai dari abrasi, menghambat intrusi air, dan mengurangi tekanan gelombang, serta memperbaiki lingkungan pesisir.
“Kegiatan ini sangat saya apresiasi karena wujud kepedulian yang sangat besar dan penting dalam upaya menjaga kualitas lingkungan. Juga untuk mengurangi polusi udara dan emisi yang akhir-akhir ini memprihatinkan terutama di wilayah Jabodetabek,” kata Yuhronur, Jumat (1/12/2023).
Orang nomor satu di Kabupaten Lamongan ini juga mengajak agar para pihak turut aktif dalam merestorasi ekosistem mangrove. Pasalnya, pada 20 tahun terakhir ini Global Mangrove Allience memperkirakan lebih dari 60 persen mangrove telah hilang atau terdegradasi.
Mengingat, Indonesia menjadi negara yang memiliki hutan Mangrove seluas 20 sampai dengan 25 persen dari potensi mangrove secara global.
“Kita harus menggencarkan penanaman magrove di pesisir pantai. Karena kondisi hilangnya 60 persen Mangrove di Indonesia, akan menyebabkan hutan mangrove 3 sampai 5 kali lebih cepat hilang,” terang Yuhronur.
“Karena fungsi dari akar-akar pohon mangrove yang kuat sangat membantu menjaga stabilitas tanah di sekitar garis pantai,” imbuhnya.

Selebihnya, Yuhronur menekankan agar pencegahan harus terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi menjaga lingkungan secara global.
“Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan Indeks Kualitas Udara (IKU) menduduki kategori baik yakni 86,43,” bebernya.
Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Yakhob Silvana Delareskha menyatakan, kegiatan penanaman pohon mangrove bertujuan untuk memperingati momen bersejarah sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
BACA JUGA:
Progres Proyek Penanganan Bengawan Jero Lamongan Capai 50 Persen
Pada kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan penyerahan bingkisan sembako kepada masyaraat nelayan di Desa Labuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir.
“Penanaman pohon mangrove di garis pantai Kutang Desa Labuhan ini tidak hanya menjadi simbol peringatan HUT Brimob dan Polairud, tapi juga sebagai langkah konkrit dalam antisipasi bencana Tsunami dan gelombang tinggi di wilayah Jawa Timur,” paparnya. [riq/but]






