Mojokerto (beritajatim.com) – Dua desa di wilayah Kabupaten Mojokerto terendam banjir. Banjir merendam dua desa di wilayah Kabupaten Mojokerto setelah dua sungai yang berada di desa tersebut meluap akibat hujan deras yang menguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (27/2/2024).
Bencana banjir terjadi di Dusun Salen dan Dusun Semanggi, Desa Salen, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto sekira pukul 22.37 WIB. Banjir di Dusun Salen dan Dusun Semanggi merendam akses jalan desa dengan ketinggian -+ 20 cm, sementara area persawahan tanaman padi tergenang -+ 56 hektar.
Rabu (28/2/2024) sekira pukul 04.00 WIB, banjir juga merendam Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Akses jalan desa tergenang air dengan ketinggian -+ 10 cm sampai 30 cm serta area persawahan tanaman padi seluas -+ 21 hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, berdasarkan pantauan Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Selasa (27/2/2024) terjadi hujan dengan intenaitasi sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Mojokerto durasi cukup lama.
“Sehingga mengakibatkan Sungai Sumberngrayung yang berada di Desa Salen meluap. Ada dua dusun di Desa Salen terendam air dengan ketinggian di jalan desa -+ 20 cm dan area persawahan Desa Salen dengan tanaman padi tergenang -+ 56 hektar,” ungkapnya.
Sementara di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, lanjut Khakim, banjir terjadi akibat aliran Sungai Avour Gedang dan Sungai Sadar di Dusun Gembongan meluap. Akibatnya, akses jalan desa tergenang air dengan ketinggian -+ 10 cm sampai 30 cm.
“Untuk area persawahan tanaman padi yang tergenang seluas -+ 21 hektar. Di Desa Jotangan, setelah dilakukan assessment dan kaji cepat pompa penyedot air milik BBWS dengan kapasitas 600 ltr/detik dihidupkan guna mengurangi debit air. Hingga pukul 14.10 WIB, air banjir belum surut,” tegasnya. [tin/but]







