Surabaya (beritajatim.com) – Dua bandit curanmor yang belum diketahui identitasnya beraksi di kos-kosan Medokan Asri Barat, Rungkut, Selasa (15/7/2025) pagi. Aksi kedua bandit curanmor itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Kedua bandit curanmor Surabaya itu mengendarai sepeda motor Honda Beat sebagai sarana. Satu pelaku mengenakan celana panjang berwarna cerah dengan atasan berwarna biru. Sementara pelaku lainnya mengenakan bawahan berwarna gelap dan baju biru tua. Keduanya sama-sama mengenakan helm dan masker untuk menutupi identitasnya.
Pelaku yang mengenakan celana panjang berwarna cerah berperan sebagai eksekutor. Pertama-tama ia membuka slot pagar yang tidak digembok. Ia lantas masuk ke halaman parkir dan mengamati situasi. Setelah masuk ke bagian dalam parkiran kos, pelaku sempat keluar sekali sebelum akhirnya mengambil sepeda motor Honda Scoopy S 3977 TN warna merah yang terparkir di bagian dalam kos dan kabur.
Anggy Zefania Sabatini (21) pemilik motor Honda Scoopy yang dicuri itu menceritakan, saat itu sepeda motornya dalam kondisi dikunci stir. Namun, ia lupa menutup lubang kunci dengan fitur lock.
“Motor sudah saya parkir di dalam kos dengan kondisi dikunci stang kanan. Namun untuk lubang kuncinya memang tidak saya tutup,” kata Anggy saat diwawancarai Beritajatim.com, Sabtu (19/7/2025).
Ia baru mengetahui sepeda motornya hilang saat akan pergi KKN sekitar pukul 9 pagi. Mendapati motornya hilang, ia lantas mengecek CCTV kos. Dari rekaman CCTV itulah, mahasiswi UPN Veteran Jatim itu mengetahui sepeda motornya telah dicuri. Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Rungkut. Laporan Zefania teregistrasi dengan nomor LP/B/147/VII/2025/SPKT/Sektor Rungkut/Polrestabes Surabaya/Polda Jatim.
“Saya cek lah CCTV kos saya, ternyata memang ada laki laki yang masuk kos sekitar jam 7:50. Lalu motor saya dibawa pelaku sekitar 7:52. Hanya 2 menit pelaku berhasil membawa motor saya,” tuturnya.
Berbekal rekaman CCTV dari kosnya, Zefania sempat bertanya kepada petugas keamanan setempat (security). Sejumlah security memang sempat melihat kedua pelaku mengendarai sepeda motor beriringan dengan kecepatan tinggi.
“Satpamnya kemarin bilang ke saya kalau pelaku memang mengendarai motor dengan kencang. namun pihak satpam tidak menegur,” pungkasnya. (ang/ian)






