Surabaya (beritajatim.com) – Pujiono (47), driver taksi online yang menjadi korban pembegalan Maria Livia (23), perempuan asal Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai pulih. Dia telah melewati masa kritis setelah menjalani perawatan intensif usai ditusuk dengan pisau.
Pujiono mengalami insiden mengerikan pada Senin (1/10/24) dini hari. Mobilnya dirampas serta leher ditusuk pisau oleh begal perempuan yang menyamar penumpang.
“Korban Senin (1/10/2024) sempat dirawat di ICU RSUD dr. Soetomo, namun sekarang sudah keluar dari ruang ICU kemudian dirawat di ruang perawatan sendiri. Kondisi stabil dan sudah bisa diajak ngomong,” terang Kapolsek Gunung Anyar Iptu Sumianto Harsya, Rabu (3/10/2024) hari ini.
Harsya turut menjelaskan bahwa polisi memiliki rencana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap korban begitu kondisinya membaik.
“Korban secepatnya akan diminta jadi saksi setelah kesehatannya membaik akan segera kita lakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, driver taksi online Pujino (47) warga Keputran menjadi korban pembegalan di kawasan Gunung Anyar Surabaya. Yang dilakukan oleh penumpang perempuan bernama Maria Livia (23) asal Ende, Nusa Tenggara Timur.
Motif pembegalan yakni pelaku ingin menguasai mobil korban. Dia terdorong melakukan tindakan tersebut lantaran ingin pergi berlibur dan kerja ke Australia.
Polisi sudah mengamankan pelaku Maria Livia ini di Rutan Mapolrestabes Surabaya. Ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara. [ram/beq]






