Surabaya (beritajatim.com) – Komisi A DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya menjamin kesehatan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang menjalankan tugasnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang. Salah satunya dengan memberikan suplemen, dan vitamin.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, hal itu perlu agar para petugas memiliki stamina dan kondisi kesehatan yang baik saat melaksanakan tugas pemungutan hingga penghitungan suara selesai.
“Selain batas usia KPPS maksimal 55 tahun, ini tentu langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir potensi sebagaimana pemilu 5 tahun lalu dimana banyak petugas KPPS kita yang meninggal karena faktor kelelahan,” ujar Arif Fathoni di DPRD Surabaya, Selasa (12/12/2023).
Politikus Golkar ini berharap dengan pemberian suplemen dan vitamin, tidak ada lagi petugas KPPS yang jatuh sakit hingga meninggal dunia seperti saat Pemilu 2019 lalu.
BACA JUGA:
Sumenep Butuh 27.041 KPPS Pemilu 2024, Ini Persyaratannya
“Paling tidak pemkot memiliki kewajiban untuk mensukseskan pemilu ini dengan bagus salah satunya memberikan suplemen vitamin terhadap seluruh petugas KPPS yang bertugas pada 14 Februari mendatang,” kata Toni sapaan lekatnya.
Disisi lain, Toni mendengar adanya wacana panel-panel penghitungan suara. Wacana tersebut cukup bagus, karena dapat mengurangi beban kerja petugas KPPS.
BACA JUGA:
KPU Surabaya Butuh 57.169 KPPS, Segini Honornya
“Sehingga (KPPS) tidak terlalu kelelahan. Ini kan pesta demokrasi yang menentukan arah kepempimpinan bangsa 5 tahun mendatang, mudah-mudahan segala manajemen risiko telah diperhitungkan dengan baik oleh KPU,” kata Toni.
“Namun diantara semua itu kita tentu sama-sama berdoa agar peristiwa seperti Pemilu 2019 lalu tidak terjadi lagi,” pungkas dia. [asg/beq]






