Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai langkah penertiban pasar tradisional yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya tidak tepat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu.
Menurut Yona, tindakan represif terhadap pedagang, khususnya di bulan Ramadan, justru dapat memperburuk keadaan bagi banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari berdagang.
“Kami berharap Mas Wali memiliki kebijakan yang lebih berpihak pada para pedagang, terutama di bulan Ramadan ini. Janganlah dilakukan tindakan represif, berikanlah kesempatan kepada mereka untuk mencari rezeki di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Yona di DPRD Surabaya, Rabu (19/3/2025).
Yona menekankan bahwa pasar tradisional bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian daerah. Oleh karena itu, kebijakan penertiban seharusnya tidak dilakukan tanpa solusi konkret bagi pedagang yang terdampak.
“Keberadaan pasar tradisional ini sudah lama menjadi bagian dari struktur ekonomi di Surabaya. Mengapa baru sekarang penertiban dilakukan, apalagi di bulan Ramadan?” tanya Yona.
Ia menyarankan agar pemerintah kota lebih mengutamakan pembinaan dan sosialisasi untuk mendukung legalitas pasar tradisional. Setelah Lebaran, menurutnya, Pemkot dan dinas terkait sebaiknya memberikan edukasi agar pedagang dapat beradaptasi dengan aturan yang berlaku.
Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya, Tubagus Lukman Amin, turut menyampaikan pendapat senada. Menurutnya, penertiban harus dilaksanakan dengan solusi konkret yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Tidak boleh penertiban seperti ini, harus ada pembicaraan bagaimana para pedagang ataupun lainnya bisa melanjutkan ekonominya. Tidak boleh penertiban malah mematikan ekonomi,” tegas Bagus.
Bagus juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan tempat relokasi bagi pedagang yang terdampak. Ia menekankan bahwa lokasi relokasi harus dipilih secara matang agar pedagang tidak kehilangan pelanggan.
“Kalau tempatnya jauh, semisal dari Mangga Dua kemudian dipindah ke Ampel, maka bisa dipastikan pelanggannya akan hilang. Kalau seperti ini bagaimana? Kan kasihan dan pasti tidak bisa berjualan,” pungkasnya. [asg/beq]






