Pacitan (beritajatim.com) – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD 2024 Kabupaten Pacitan menuai sorotan tajam dari DPRD. Dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi, Senin (23/6/2025), dua fraksi, yakni Fraksi Golkar dan Fraksi Gabungan PKS-Nasdem-PPP, menyoroti tingginya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dan rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap struktur keuangan daerah.
Fraksi Golkar melalui juru bicara Arif Nurman Hidayat menyatakan bahwa SILPA tahun 2024 mencapai Rp59,18 miliar. Menurutnya, besarnya SILPA menunjukkan bahwa anggaran tidak terserap secara maksimal dan bisa menjadi hak masyarakat yang tertunda pemanfaatannya.
“Seharusnya anggaran itu bisa direalisasikan untuk kebutuhan prioritas seperti pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan,” ujar Arif.
Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian besar SILPA bersifat terikat, perencanaan anggaran semestinya bisa dilakukan dengan lebih matang. Fraksinya juga meminta Pemkab Pacitan untuk lebih cermat dalam perencanaan belanja, terutama pada belanja modal yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Fraksi Gabungan PKS-Nasdem-PPP melalui juru bicara Bambang Setyabudi menyoroti lemahnya kemandirian fiskal Pacitan. Dari total pendapatan daerah sebesar Rp223,7 miliar, PAD hanya berkontribusi sebesar 12,03 persen.
“Meski melampaui target, tingginya ketergantungan pada dana pusat tetap jadi persoalan serius,” kata Bambang.
Fraksinya juga menilai bahwa kinerja beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil PAD masih belum optimal. Sejumlah pos pendapatan tidak mencapai target, mencerminkan lemahnya upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan.
Sektor pariwisata juga turut disorot karena belum menunjukkan kontribusi maksimal terhadap PAD, meski Pacitan dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Timur. “Kami mempertanyakan mengapa setelah kenaikan retribusi justru pendapatan wisata menurun. Apa strategi konkret ke depan selain digitalisasi tiket?” cetus Bambang. [tri/beq]






