Surabaya (beritajatim.com) – PDIP Tandes Surabaya terjun langung membantu pendidikan anak putus sekolah. Hal ini sebagai komitmen agar tidak ada lagi anak tak bisa sekolah akibat kendala apapun.
Ketua PAC PDIP Kecamatan Tandes, Heri Achmad Wiyono, mengaku mendapat kabar dari Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Manukan Lor, Mukhtar, tentang adanya anak putus sekolah.
“Pak Mukhtar menyampaikan bahwa ada warganya yang putus sekolah karena masalah ekonomi,” kata Heri.
Mendapat kabar itu, Heri segera bergerak mengunjungi kediaman anak tersebut. Kepada orangtua sang anak, Heri menyatakan siap membantu.
“Ketika saya datangi rumahnya, saya sampaikan kepada orangtuanya dan Pak Mukhtar bahwa saya akan bantu bagaimana pun caranya yang terpenting anak ini bisa melanjutkan kembali pendidikannya,” kata Heri.
Ketua RT 03, Mukhtar, mengatakan dia tergerak menghubungi Heri lantaran melihat pemberitaan. Dalam pemberitaan itu, Heri sedang membantu Bunda Paud dan anak stunting.
Baca Juga:
PDIP Surabaya Terjunkan 16.320 Saksi TPS
“Jadi saat saya tahu ada warga saya yang putus sekolah, saya langsung menghubungi Pak Heri agar bisa menolong warga saya itu,” kata Mukhtar.
Saat berada di rumah anak putus sekolah tersebut, Heri mendapati fakta miris lainnya. Ternyata, anak tersebut punya tiga adik yang juga tidak bisa bersekolah lantaran tak punya akta lahir.
Selain itu, rumah yang didatangi Heri kini tidak menerima aliran air dari PDAM. Ini karena sudah menunggakv pembayaran.
“Selain putus sekolah ternyata ada tiga adiknya yang tidak bersekolah karena tidak memiliki akta kelahiran, ditambah PDAM di rumahnya juga diputus sebab menunggak tagihan. Atas permasalahan warga yang kompleks ini saya berkomitmen untuk membantu hingga tuntas,” tegasnya.
Baca Juga:
PDIP Gelar Konsolidasi Akbar di Kediri, 2 Ribu Orang Hadir
Untuk menyelesaikan permasalahan warga tersebut, selain memberikan bantuan secara pribadi Heri mengatakan akan menghubungi Lurah Manukan Kulon. Ini agar di kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi-Wakil Wali Kota Armuji tidak ada lagi warga Kota Surabaya yang tidak dapat mengenyam pendidikan.
“Jangan sampai di Kota Surabaya khususnya Kecamatan Tandes, saat kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi-Wakil Wali Kota Armuji ada anak yang tidak bisa bersekolah, apalagi di usia emas,” pungkas Heri. [beq]






