Malang(beritajatim.com) – DPRD Kota Malang mengkritik Pemkot Malang karena gagal melakukan mitigasi bencana secara efektif.
Kegagalan itu menyebabkan beberapa wilayah di Kota Malang terendam banjir pada Kamis, (4/12/2025) kemarin mengatakan persoalan utama banjir sudah sangat jelas terpetakan, mulai fungsi drainase yang tidak optimal hingga sedimentasi yang dibiarkan menumpuk bertahun-tahun.
Isu drainase dan sedimentasi sendiri bukanlah temuan baru namun tetap saja gagal diantisipasi.
Bikin kesal para legislator Kota Malang karena tindakan Pemkot Malang dalam mengatasi banjir jauh dari kebutuhan di lapangan.
Padahal dalam lima tahun terakhir, berbagai laporan teknis, tinjauan lapangan, serta rekomendasi telah berulang kali disampaikan kepada Pemkot melalui forum resmi di DPRD.
“Kota Malang saat ini tidak memerlukan tambahan teori, argumen, atau kajian akademik, karena diagnosa masalah sudah sangat jelas,” ujar Bayu, Selasa, (9/12/2025).

Bayu menuturkan saat ini yang dibutuhkan adalah penegakan aturan secara tegas, terutama terhadap bangunan yang melanggar dan menghambat aliran air, serta fokus anggaran yang diarahkan pada penanganan banjir sebagai prioritas tertinggi kota.
Bahkan Bayu meminta Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melakukan evaluasi ulang program RT berkelas Rp50 juta agar dialihkan untuk penanganan banjir.
“Dalam konteks tata kelola anggaran ke depan, saya saran kepada Wali Kota dan DPRD secara umum agar pada penyusunan APBD 2027. Program RT berkelas perlu dievaluasi ulang dan diarahkan untuk memperkuat penanganan banjir,” ujar Bayu.
Evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan perubahan agar Kota Malang keluar dari siklus banjir tahunan. Bayu berharap Pemkot bergerak cepat dan tegas dalam penegakan aturan. Sedangkan DPRD Kota Malang akan memberikan dukungan politik melalui penganggaran dan pengawasan.
“Banjir 4 Desember adalah alarm keras. Kota ini tidak boleh terus-menerus tenggelam dalam masalah yang sebenarnya sudah kita ketahui dan kita sampaikan sejak lima tahun lalu,” kata legislator PKS itu. (luc/ted)






