Pasuruan (beritajatim.com) – Maraknya kedai kopi yang menjamur di Kabupaten Pasuruan membuat harga kopi melambung tinggi. Hal ini uga dikatakan oleh salah satu petani kopi yang berada di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Petani kopi bernama Ida ini mengatakan bahwa saat ini harga biji kopi mentah mencapai kurang dari Rp 100 ribu. Menurutnya harga kopi naik ini dikarenakan minimnya kebun kopi yang ada di Kabupaten Pasuruan.
“Lahannya kurang, sementara permintaan kopi semakin banyak. Sebelumnya masyarakat lebih milih nanam rumput untuk pakan ternak. Tapi sekarang di sekitaran sini sudah banyak yang mulai ikut menanam bibit kopi,” jelas Ida.
Ida juga mengatakan selain minimnya lahan perkebunan kopi, petani kopi di Kecamatan Tutur juga sangat sedikit. Dikarenakan pemuda di wilayahnya enggan memilih menjadi petani kopi dan mengutamakan merantau.
Menanggapi hal ini Wakil Komisi II, Agus Suyono mengatakan bahwa ada hal lain yang membuat harga kopi naik. Politisi dari F PKB tersebut mengatakan bahwa naiknya harga kopi ini dikarenakan perkebunan kopi di Brazil mengalami kerusakan.
Sehingga hal ini berdampak pada produksi kopi dunia dan membuat harga kopi melambung tinggi. Agus mengatakan bahwa dirinya mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan untuk membuat Lokal Ekonomi Developmen.
“Dengan adanya Local Ekonomi Development ini sebenarnya sudah ada, tapi kurang didorong lagi. Selain tengkulak nanti para petani juga akan diuntungkan dengan hal ini,” ungkap Agus. (ada/ted)






