Lamongan (beritajatim.com) – Tim dosen dari Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, mengimplementasikan media pembelajaran multisensorik bagi siswa tunanetra, di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Lamongan.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan inklusif tersebut dilaksanakan mulai Juli sampai Agustus 2025, dengan menyasar siswa tunanetra.
Ada tiga media pembelajaran adaptif yang diperkenalkan, yaitu View Scan, Auris, dan Mechano Receptor. Penerapan media pembelajaran ini dipandu langsung oleh dosen Unisda, Dr. Novi Darmayanti, Dr. Mohamad Rizal Nur Irawan, dan Heny Ekawati Haryono, dengan dukungan mahasiswa pengembang media.
Novi menjelaskan, media pembelajaran yang dihadirkan berbeda dari metode konvensional, yang hanya mengandalkan audio atau braille.
“Media ini menghadirkan pengalaman belajar berbasis multisensorik untuk melatih konsentrasi, daya ingat, serta fungsi kognitif,” kata Novi, Kamis (28/8/2025).
Menurut Novi, hasil implementasi media pembelajaran tersebut menunjukkan capaian yang menggembirakan, dengan efektivitas pembelajaran mencapai 91,01 persen.
“Hal ini menjadi bukti bahwa media pembelajaran multisensorik dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan inklusif,” ujarnya.
Kehadiran media inovatif ini pun mendapat apresiasi dari pihak sekolah, karena dinilai mampu menjawab tantangan keterbatasan sarana pembelajaran, yang sesuai dengan kebutuhan sensorik siswa.
“Dengan keberhasilan ini, Unisda Lamongan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran adaptif guna memperkuat akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk siswa tunanetra,” ucapnya. [fak/beq]






