Surabaya (beritajatim.com)- Dosen Universitas Negeri Surabaya asal Bali, Muhammad Wahyu Arianto menjadi korban ganasnya bandit pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Surabaya
Sepeda motor Honda Beat Street milik Wahyu hilang di parkiran warung kopi jalan Jemur Gayungsari, Jumat (23/05/2025) kemarin.
Wahyu menceritakan bahwa ia saat itu memarkir sepeda motornya di halaman parkir warung kopi. Ia lantas masuk ke area warung kopi dan memesan minuman bersama temannya. Ia mengaku, saat itu sepeda motornya sudah dikunci ganda,
“Sudah saya kunci ganda. Namun, pelaku masih bisa membobol rumah kunci dan membawa kabur sepeda motor saya,” kata Wahyu, Rabu (28/05/2025).
Ia baru menyadari sepeda motornya raib saat hendak pulang. Ia yang kebingungan lantas menanyakan keberadaan sepeda motor ke sejumlah orang yang berada di warung. Merasa curiga, Wahyu lantas memeriksa rekaman CCTV di warung. Dari rekaman tersebut, Wahyu baru mengetahui sepeda motornya hilang karena dicuri.
“Pelaku berjumlah 2 orang. Mereka menggunakan masker dan helm jadi tidak kelihatan (wajahnya),” tutur Wahyu.
Dari informasi yang dihimpun oleh Wahyu, dalam sebulan, dua sepeda motor yang terparkir di halaman warung kopi itu hilang. Wahyu pun mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke kantor polisi terdekat. Ia mendesak agar memperketat pengamanan di wilayah yang menjadi sasaran bandit curanmor.
“Dari warga katanya sudah dua kali sepeda motor disini (warung) hilang. Artinya tempat ini sudah menjadi sasaran. Saya harap ada tindakan lebih dari pihak terkait,” pungkasnya. [ang/aje]






