Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan keunggulan di kancah internasional. Salah satu dosennya, Dana Marsetiya Utama, yang mengajar di Program Studi Teknik Industri, berhasil masuk dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia yang dirilis oleh Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.
Penghargaan bergengsi ini menjadi salah satu pencapaian luar biasa bagi UMM, sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya manusia (SDM) di kampus ini mampu bersaing secara global. Daftar top 2% peneliti dunia ini mencakup lebih dari 150 ribu ilmuwan dari seluruh dunia, dengan 150 di antaranya berasal dari Indonesia.
Dana berhasil masuk dalam kategori nuclear and particle physics berkat dedikasinya pada penelitian energi, khususnya terkait pengelolaan energi yang lebih efisien. Sejak 2019, ia telah terlibat aktif dalam berbagai penelitian internasional, yang tidak hanya berkontribusi secara teoritis tetapi juga diaplikasikan dalam bidang industri.
Salah satu aspek penting dari penelitian Dana adalah fokusnya pada efisiensi energi, sebuah bidang yang semakin mendapat perhatian global. Penelitiannya tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki dampak praktis yang signifikan.
Berbagai penelitiannya telah banyak disitasi oleh ilmuwan lain, menjadikannya salah satu peneliti dengan kontribusi besar dalam mengembangkan solusi energi yang lebih baik di masa depan. “Penelitian saya banyak disitasi oleh peneliti lain karena dianggap relevan dan berpotensi memberikan solusi untuk pengelolaan energi yang lebih efisien,” ujar, Kamis (26/9/2024).
Penilaian top 2% peneliti dunia ini tidak hanya didasarkan pada kualitas penelitian semata, tetapi juga mencakup beberapa aspek lain seperti jumlah publikasi, jumlah sitasi, dan dampak keseluruhan dari penelitian yang telah dilakukan. Menurut Dana, masuknya dirinya ke dalam daftar tersebut merupakan kehormatan besar, baik bagi dirinya pribadi maupun bagi UMM.
Ia percaya bahwa hal ini juga menjadi bukti bahwa dosen-dosen di UMM memiliki kompetensi yang dapat bersaing di tingkat internasional. “Ini adalah penghargaan besar, tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk UMM. SDM di UMM memang unggul dan dapat berkontribusi di level global,” tuturnya.
Dana juga membagikan kisah bagaimana kecintaannya terhadap dunia penelitian dimulai. Baginya, penelitian bukan sekadar tugas akademik, melainkan wujud dari impiannya sebagai seorang dosen.
Ia menegaskan bahwa seorang dosen harus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan serius, di mana penelitian menjadi salah satu pilar utama. “Riset bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga harus bisa dimanfaatkan dalam pengajaran. Penelitian kita akan memberikan pandangan baru kepada mahasiswa, sehingga mereka mendapatkan wawasan yang lebih luas dan relevan,” tambahnya.
Dengan pengakuan internasional ini, Dana merasa bersyukur dan bangga, namun ia mengakui bahwa perjalanan kariernya sebagai peneliti belum selesai. Menurutnya, pencapaian ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah motivasi untuk terus berkembang.

Ia berkomitmen untuk melanjutkan penelitian-penelitiannya dan berharap hasilnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam sektor industri. “Saya belum puas dengan apa yang telah dicapai. Saya ingin hasil penelitian saya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Bukan hanya teori, tetapi bisa diterapkan secara nyata. Inilah tujuan akhir dari setiap penelitian yang saya lakukan,” ujarnya.
Tak lupa, Dana juga berharap agar lebih banyak lagi dosen-dosen di UMM yang mengikuti jejaknya, sehingga dapat meningkatkan reputasi kampus di tingkat global. Ia mengajak rekan-rekannya untuk lebih giat melakukan penelitian yang berkualitas dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan secara global.
“Semoga di masa mendatang, makin banyak dosen UMM yang bisa masuk dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia. Ini adalah kesempatan besar bagi kita semua untuk berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat dan dunia akademis internasional,” katanya menutup. (dan/but)






