Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Tumpang Talun, Blitar, para dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan pelatihan media literasi bagi para guru MI Al-Huda Tumpang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam menyusun materi ajar yang mendukung program literasi kelas awal.
Pelatihan ini dipimpin oleh Mohammad Miftahusyai’an, S.Pd.I., M.Sos., yang menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. “Pelatihan dan pembuatan media literasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan memanfaatkan media pendidikan di kelas secara inovatif dan efektif,” ujar, melalui keterangan tertulis, Rabu (9/10/2024).
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan mendukung implementasi budaya literasi di MI Al-Huda Tumpang Talun. “Kegiatan ini memberi kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan media literasi yang menarik dan relevan untuk pembelajaran,” tambah Miftahusyai’an.

Prayudi Lestantyo, M.Kom, anggota tim pelatihan, menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga memperkuat kemampuan guru dalam menggunakan media literasi yang inovatif. “Melalui kegiatan ini, para guru diajak untuk aktif berpartisipasi dalam mengembangkan keterampilan menggunakan media literasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa di era modern,” jelas Prayudi.
Ia menambahkan bahwa fokus utama dari pelatihan ini adalah memantau implementasi media literasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, juga untuk mengevaluasi respon siswa terhadap metode baru yang diterapkan.
Kepala MI Al-Huda, Nurul Ismawati, menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini. Menurutnya, para guru sangat antusias dari awal hingga akhir acara. “Ilmu dan wawasan yang diberikan sangat bermanfaat. Kami berharap dapat menerapkan program literasi ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujar Nurul.
Ia juga menambahkan bahwa media literasi yang diajarkan dalam pelatihan sangat membantu siswa agar tidak bosan dalam mengikuti pelajaran. “Kami berharap media ini tidak hanya diterapkan pada kelas literasi, tetapi juga pada kelas numerasi,” tutupnya.
Dengan adanya pelatihan pada Jumat, 17 Mei 2024 lalu, diharapkan para guru MI Al-Huda dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media literasi. Media ini diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. (dan/kun)






