Mojokerto (Beritajatim.com) – Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengajak masyarakat di utara sungai untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Secara door to door, Kapolresta mengunjungi masyarakat di Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Menyusul, kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi di masa pandemi Covid-19 dinilai masih rendah. Sehingga Kapolresta turun langsung ke masyarakat untuk mengajak ikut vaksinasi Covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga membagikan sembako dan vitamin.
Kondisi kontur geografis Dusun Bantengan, Desa Bendung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang cukup terjal dengan jalan setapak membuat Kapolresta harus menggunakan kendaraan Bhabinkamtibmas. Pasalnya, Jalan tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki atau sepeda motor.
Bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Mojokerto dan perangkat desa setempat, rombongan membawa kendaraan vaksin keliling lengkap dengan tenaga kesehatan (nakes) dan motor probiotik milik Polresta Mojokerto. Ini dilakukan untuk melayani vaksinasi warga secara langsung, utamanya yang sudah lanjut usia (lansia).
“Dari hasil evaluasi percepatan vaksinasi massal saat ini, ada empat kecamatan di wilayah hukum Polresta Mojokerto yang masih membutuhkan stimulus pelayanan publik. Sehingga kita upayakan sesuai dengan himbauan pemerintah pusat untuk mempercepat vaksinasi massal,” jelasnya, Rabu (14/7/2021).
Masih kata Kapolresta, usaha stimulus atau sosialisasi vaksinasi gratis sudah dilakukan secara optimal. Mulai dari menyiapkan gerai vaksin untuk warga di wilayah hukum Polresta Mojokerto, hingga mempermudah proses mendapatkan vaksin secara gratis. Yakni dengan menyediakan foto kopi Kartu Identitas Penduduk (KTP).
[berita-terkait number=”4″ tag=”mojokerto”]
“Kita siapkan gerai juga masih belum hadir, dipermudah prosesnya masih juga enggan datang. Jadi kita datang ke rumah-rumah dan ada beberapa yang kita datangi ini pun masih menolak untuk dilaksanakan vaksin dengan alasan kesehatan dan takut,” katanya.
Dari target sebanyak 260.000 warga di empat kecamatan wilayah hukum Polresta Mojokerto sudah harus tervaksin sebesar 70 sampai 80 persen. Kapolresta menghimbau agar masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan yakni 5M di tengah kondisi pandemi Covid-19 serta pentingnya vaksinasi.
Sementara itu, salah satu warga, Suparmi (70) mengaku enggan divaksin lantaran baru saja menjalani operasi kanker dan merasa sudah tua. “Saya nggak usah divaksin, soalnya baru selesai operasi kanker payudara Pak. Tapi alhamdulilah sudah disambangi dan dibantu diberi ini (sembako) juga obat-obatan, matur nuwun sak katah-katahe,” ujarnya. [tin/but]







