Lamongan (beritajatim.com) – Dokter Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dr. Era Catur Prasetya, membagikan strategi pencegahan adiksi, dalam forum Capacity Building ke-8, untuk Organisasi Pencegahan Kecanduan Sedunia yang berlangsung di Istanbul, Turki.
Forum ini diselenggarakan oleh International Federation Of Green Crescent (IFGC), yang dikenal dengan nama Yeşilay di Turki, sebuah organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1921 dan memiliki anggota dari lebih dari 65 negara di seluruh dunia.
Dalam pertemuan internasional tersebut, dr. Catur menyoroti berbagai permasalahan adiksi atau ketergantungan, yang masih dianggap hal biasa oleh masyarakat Indonesia.
Catur menekankan bahwa adiksi berupa zat seperti yang terkandung dalam rokok dan vape, serta adiksi perilaku seperti judi patologis dan kecanduan game, masih sering dianggap sebagai masalah sepele.
“Banyak masyarakat yang tidak terdorong untuk berhenti dan beberapa yakin bisa berhenti sendiri. Padahal adiksi adalah penyakit yang membutuhkan bantuan profesional agar pulih dari ketergantungannya,” ujar Catur, dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Jumat (16/2025).
Dokter spesialis kejiwaan ini secara khusus membahas tantangan yang dihadapi Indonesia dalam penanganan adiksi, terutama terkait ketiadaan preparat pengganti nikotin yang dapat digunakan sebagai alternatif saat gejala putus zat (withdrawal) terjadi.

Menghadapi kondisi tersebut, Catur menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi salah satu kunci utama dalam menangani permasalahan adiksi di Indonesia.
“Gerakan keluarga dan penguatan nilai menjadi hal yang harus dinormalisasi, bukan sekadar omong kosong,” tegas Catur.
Catur pun menyampaikan beberapa strategi pencegahan adiksi yang dapat diterapkan di Indonesia, antara lain dengan menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan keluarga, komunitas, dan institusi kesehatan.
Forum Capacity Building ke-8 ini dihadiri oleh ratusan profesional kesehatan dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang pencegahan kecanduan di seluruh dunia, serta membangun jaringan kolaborasi internasional untuk mengatasi permasalahan adiksi secara global. (fak/but)






