Surabaya (beritajatim.com) – Rambut kemaluan seringkali menjadi sumber gangguan, bukan hanya dari segi penampilan, tetapi juga dalam konteks kenikmatan seksual. Oleh karena itu, beberapa wanita memilih untuk melakukan waxing pada area kewanitaan. Namun, tahukah Anda bahwa praktek ini memiliki efek samping yang perlu diperhatikan?
Menurut seksolog dr. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, dalam sebuah podcast bersama Nada Tarina dan Azka Corbuzier, waxing di area kewanitaan sebaiknya tidak disarankan.
Dr. Boyke, seorang ginekolog, menyatakan bahwa ada efek samping yang perlu dipahami terkait dengan prosedur ini.
“Saya tidak menganjurkan, sebagai seorang ginekolog. Namun, sebagai seorang seksolog, mungkin akan mengatakan bahwa beberapa pria lebih suka wanita dengan area kewanitaan yang bersih dan rapi,” ungkapnya melalui kanal YouTube Azka Corbuzier yang diunggah pada 30 Juli 2023.
Dr. Boyke menjelaskan bahwa rambut kemaluan sebenarnya berfungsi sebagai penyaring kuman. “Rambut-rambut itu sebenarnya berperan sebagai penyaring kuman, jamur, virus. Sebelum kuman atau patogen lainnya mencapai area Miss V, mereka akan ditahan oleh rambut tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA: Diperingati Setiap 11 Oktober, Ini Sejarah dan Tujuan Hari Anak Perempuan Sedunia
Namun, ketika waxing dilakukan hingga area kewanitaan menjadi benar-benar bersih, risiko infeksi akan meningkat.
“Tetapi kalau waxing sampai habis dipaksa lagi kalau waxing dipaksa kan, nah dia akan mudah terjadi pertama infeksi didaerah situ jendol-jendol seperti jerawat,” tambahnya
Sebagai alternatif, dr. Boyke menyarankan untuk cukur pendek saja area kewanitaan. Dengan cara ini, Miss V masih dapat dilindungi dari kemungkinan infeksi.
“Tetapi kalo dia dipotong pendek aja itu akan sangat lebih aman baik laki-laki maupun perempuan,” tutupnya.
Selain itu, waxing pada area kewanitaan juga memiliki beberapa efek samping. Penelitian dimuat dalam International Journal of Dermatology mengungkapkan bahwa waxing bisa menyebabkan efek samping berupa folikulitis, yang merupakan suatu kondisi peradangan pada folikel rambut.
BACA JUGA: Kemarau Panjang dan Suhu Udara Tinggi, Keluar Rumah Seperlunya Saja
Folikulitis ditandai oleh munculnya benjolan merah dengan ukuran kecil dan biasanya memiliki ujung berwarna putih yang berisi nanah. Meskipun folikulitis ini tidak termasuk dalam kategori kondisi yang berbahaya, namun seringkali menimbulkan ketidaknyamanan karena gejala gatal dan rasa sakit yang muncul.
Efek samping lain yang bisa dirasakan setelah melakukan waxing pada area kewanitaan seperti munculnya kemerahan, ingrown hair atau rambut yang tumbuh kedalam, bahkan infeksi menular seksual yang diakibatkan oleh luka pada pubis atau labia (bibir vagina) dan rentan menerima infeksi dari kuman dari organ intim pasangan.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum memutuskan untuk melakukan perawatan waxing di area kewanitaan. Konsultasikan dengan profesional medis jika kalian memiliki pertanyaan atau kekhawatiran lebih lanjut. (mnd/nap)






