Surabaya (beritajatim.com) – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan seorang anak supaya bisa berbakti kepada kedua orang tuanya. Salah satunya yaitu dengan mendoakan kebaikan untuk mereka.
Doa ini dapat dibaca baik ketika orang tua masih hidup maupun telah tiada. Berikut ini doa untuk kedua orang tua yang dapat diamalkan.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.
Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.
Dikutip dari laman NU Online, doa di atas berisi tentang permohon ampun kepada Allah atas dosa diri sendiri dan orang tua. Doa tersebut dapat diamalkan secara rutin minimal setelah selesai salat 5 waktu. Meski orang tua telah wafat, namun doa anak tetap mengalir.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Perintah agar anak berbuat baik kepada orang tua juga tercantum dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 23.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Wa qadlaa rabbuka allaa ta’buduu illaa iyyaahu wa bilwalidaini ihsaanaan
Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya (Surat Al-Isra’ ayat 23).
Dalam suatu hadis shahih yang diriwayatkan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي
Artinya : “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.” “Kemudian apa lagi?” Nabi Menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.”Aku bertanya kembali.” “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah.” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Beliau terus menyampaikan kepadaku (amalan yang paling dicintai oleh Allah), andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku”. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasai).
Selain mendoakan, contoh lain dari berbakti kepada orang tua yaitu dengan menjaga silaturahim dengan mereka, berbuat baik kepada keduanya, merawatnya ketika sakit hingga mengurus jenazahnya ketika wafat. (nap)






