Surabaya (beritajatim.com) – Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, para umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan malam lailatul qadar, yakni dengan melakukan amalan ibadah sebanyak-banyaknya. Ini karena ibadah pada malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan tersendiri.
Dalam surat Al-Qadar ayat 1-3 pun disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari malam seribu bulan, di mana segala amal ibadah sholih akan dilipat gandakan pahalanya. Jika dihitung, 1000 bulan sama dengan 83 tahun yang artinya kurang lebih seumur hidup manusia sekarang.
Disebutkan dalam sebuah hadits, seseorang yang beribadah semata-mata karena Allah akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
Salah satu amalan yang bisa dilakukan untuk mendapat berkah malam Lailatul Qadar adalah dengan melakukan sholat lailatul qadar atau disebut juga salat tasbih. Pernah mendengarnya?
Seperti namanya, salat tasbih dilakukan dengan membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali. Tepatnya setelah menunaikan ibadah salat Isya dan Tarawih. Kalian bisa mengerjakan 2 rakaat 1 kali salam maupun 4 rakaat 1 kali salam tanpa gerakan tasyahud awal, dengan maksimal 12 rakaat.
Tata cara salat ini pun mudah, hampir sama dengan sholat fardhu dan sunnah lainnya, namun dengan diselingi tasbih di setiap gerakannya.
Meski begitu, salat tasbih memiliki doa dan tasbih tersendiri yang harus kalian panjatkan setelah kalian selesai melaksanakannya. Hal ini untuk mendapatkan keistimewaan dari salat tasbih sendiri.
Jika kalian belum mengetahui tata cara melaksanakan sholat tasbih atau sholat lailatul qadar ini, maka bisa klik DI SINI untuk membaca artikel tentang tata cara sholat tasbih serta niatnya.
Berikut adalah doa setelah salat tasbih yang dianjurkan untuk kalian baca.
“Subhaana mallaa ya’lamu qodrohu ghoiruhu walaa yablughul waashifuuna shifatah. Subhaana robbiyal ‘aliyyil a’lal wahhaab.”
Artinya: “Maha suci Allah, yang tidak seorangpun mengetahui betapa besar keagungan-Nya melainkan Dia sendiri. Dan tidak ada seorangpun yang mampu memberikan sifat kepada-Nya dengan sifat yang sebenarnya. Maha suci Allah, Rabb yang Maha memiliki ketinggian diatas segala yang mempunyai pemberian.”
Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa berikut:
Allahumma inni as’aluka taufiqa ahlil huda, wa a‘mala ahlil yaqin, wa munashahata ahlit taubah, wa ‘azma ahlis shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta‘abbuda ahlil wara‘i, wa ‘irfana ahlil ‘ilmi hatta akhafak.
Allahumma inni as’aluka makhafatan tahjizuni ‘an ma‘ashika hatta a‘mala bi tha‘atika ‘amalan astahiqqu bihi ridhaka wa hatta unashihaka bit taubah, khaufan minka hatta akhlusha lakan nashihata haya’an minka wa hatta atawakkala ‘alaika fil ’umûri kulliha wa hatta akuna ’uhsinuz zhanna bika, subhana khaliqin nur. washalatu wassau ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi washahbihi ajma’aana walhamdu lillahi rabbil ‘alamiina.
Artinya: “Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara subhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga akupun dapat takut kepada Mu.
Ya Allah aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu akupun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridaMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan kumurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Cahaya.”
[berita-terkait number=”3″ tag=”ramadhan”]
Memiliki arti yang sangat indah, jika kalian membacanya dengan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh, niscaya doa-doa kalian akan dikabulkan dan dosa-dosa kalian bisa terhapuskan.
Tak hanya dilaksanakan pada malam Lailatul Jaiza, salat tasbih juga dianjurkan untuk ditunaikan setidaknya sebulan sekali, setahun sekali, atau bahkan sekali dalam seumur hidup. Rasulullah SAW juga menyarankan untuk melaksanakan salat tasbih pada hari Jumat. (mnd/ian)






