Blitar (beritajatim.com) – Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat menyebut calon bupati (cabup) dan calon wali kota (cawali) Blitar bisa jadi berasal dari luar hasil penjaringan DPC. Djarot menyebut cabup dan cawali untuk Kabupaten serta Kota Blitar mendatang adalah pilihan dari DPP.
Sangat terbuka peluang calon yang dipilih adalah bukan hasil dari penjaringan DPC PDIP. Hal itu dilakukan DPP PDIP, demi memastikan kursi Bupati dan Wali Kota Blitar bisa diduduki calon-calon yang diusung oleh partai berlogo banteng moncong putih tersebut.
“Oleh sebab itu DPP ikut berperan di dalam melakukan penjaringan dan penyaringan dan untuk melihat kandidat yang punya potensi besar untuk menang terutama di Kota dan Kabupaten Blitar,” ucap Djarot, Sabtu (1/6/2024).
DPP PDIP memang memutuskan untuk ikut campur dalam Pilkada Blitar. PDIP ingin memastikan di dua wilayah yakni Kota dan Kabupaten Blitar, partai yang ketuai umum oleh Megawati Soekarnoputri itu bisa menang.
Sehingga dalam proses pemilihan cabup dan cawali Blitar, DPP PDIP akan ikut campur. PDIP ingin memastikan calon diusung punya kapasitas untuk memenangkan Pilkada di Blitar Raya.
“Blitar Raya itu satu daerah yang strategis ya, karena di sini dimakamkan Bung Karno dan Blitar Raya itu identik dengan wilayahnya Bung Karno. Artinya di Kota dan Kabupaten Blitar ini selalu Bu Mega dan keluarganya datang ke Makam Bung Karno secara rutin. Jadi bagaimana pun juga Blitar jadi barometer di Jawa Timur utamanya PDI Perjuangan,” ungkapnya.
DPP PDIP sendiri telah mengeluarkan surat tugas kepada 58 kepala daerah. Namun khusus Kota dan Kabupaten Blitar tidak ada kepala daerah yang menerima surat tugas tersebut.
Hal ini terjadi lantaran dalam proses pemilihan calon bupati dan wali kota bakal dihandle langsung oleh DPP PDIP. Sehingga tidak ada kepala daerah ataupun Ketua DPC PDIP Blitar yang memperoleh surat tugas.
Saat ini beberapa tokoh yang dianggap mampu maju di Pilbup dan Pilwali Blitar sudah terpotret oleh DPP PDIP. Meski telah masuk radar keputusan soal siapa yang bakal ditunjuk sebagai Cabup dan Cawali Blitar masih dalam pembahasan.
“Kita masih dalam tahap penjaringan ya dan beberapa sudah kita potret ya tapi pengerucutannya nanti yaa, DPP juga bisa memberikan penugasan kepada kader yang dianggap mampu membangun kota dan Kabupaten Blitar,” tutupnya. [owi/beq]






