Ngawi (beritajatim.com) – Enam rumah milik dua warga Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi terbakar pada Senin (27/8/2023) malam. Akibatnya, uang tunai senilai Rp180 juta, pupuk 1 ton, serta satu unit motor ludes.
Kejadian berawal saat pemilik rumah, Supir dan Totok Eko, sedang menghadiri kondangan pernikahan di rumah tetangganya. Tak disangka, salah satu kabel di rumah milik Supri mengalami korsleting.
Api dengan cepat menjalar karena dua rumah tersebut berdinding kayu. Warga pun menhetahui kejadian kebakaran saat api sudah membesar.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Ngawi Tri Bimo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan adanya kebakaran tersebut pada pukul 23.00 WIB. Dalam 30 menit, Tim Damkar mencapai ke lokasi.
BACA JUGA:
Kekurangan Air, Petani di Paron Ngawi Rugi Rp50 Juta
“Kami sempat terkendala. Karena di desa tersebut sedikit sekali air ya. Jadi, pemadaman hingga pembasahan sampai 3,5 jam. Sebenarnya hanya habis 4 tangki saja. Tapi, karena agak sulit sumber airnya, maka agak lama,” kata Bimo.
Pihaknya mencatat jika di dalam dua rumah tersebut ada uang tunai total Rp180 juta, 1 ton pupuk, dan satu unit motor. Total kerugian hangusnya bangunan rumah dan harta benda di dalamnya mencapai Rp400 juta lebih.
Bimo mengimbau agar masyarakat senantiasa mengecek kabel listrik. Jika sudah usang, maka sebaiknya segera memanggil ahli agar diganti yang bagus. Sehingga, tidak mudah korslet dan menghindari kejadian kebakaran. [fiq/beq]






