Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan melaksanakan berbagai kegiatan preventif di berbagai wilayah, sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah vaksinasi massal untuk hewan ternak, khususnya sapi. Langkah ini guna mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan sektor peternakan tersebut.
Selain vaksinasi, Disnakeswan Lamongan juga mengadakan program Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama para peternak, mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengakatan melalui KIE, masyarakat diberikan informasi terkait gejala-gejala penyakit menular pada hewan, cara penanganannya, serta langkah-langkah pencegahan yang harus diambil agar kesehatan ternak terjaga.
“Melalui program KIE, diharapkan peternak lebih memahami pentingnya kesehatan hewan ternak mereka,” ujar Shofia, Kamis (12/9/2024).
Menurut Shofia, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, terutama yang hendak membeli sapi, agar memastikan sapi yang dibeli sudah dilengkapi dengan eartag atau penanda di telinga, yang memuat identitas ternak.
“Dengan adanya eartag, pembeli dapat memastikan bahwa sapi yang dibeli dalam kondisi sehat dan telah melalui proses vaksinasi. Hal ini penting untuk mencegah penularan penyakit menular antar hewan ternak,” tambahnya.
Berbagai upaya yang dilakukan Disnakeswan Lamongan itu diharapkan dapat meminimalisir penyebaran penyakit menular dan menjaga kelangsungan usaha peternakan. [fak/beq]






