Surabaya (beritajatim.com) – Ramai pemberitaan gedung Grha Wismilak Surabaya yang disita polisi, terkait adanya kasus pemalsuan dan pencucian uang pada Senin (14/8/2023). Begini sejarah dan transformasi gedung Grha Wismilak Surabaya yang menarik perhatian masyarakat.
Gedung Grha Wismilak, yang terletak di sudut Jalan Raya Darmo 36 dan Jl. Dr. Soetomo 27, Surabaya, memiliki sejarah panjang yang berubah seiring waktu.
Meskipun arsitekturnya belum teridentifikasi, diperkirakan gedung ini dibangun sekitar tahun 1920-an. Pada awalnya, gedung ini adalah bagian dari toko-toko dan kegiatan bisnis yang berbeda-beda.
Pada tahun 1929, menurut Buku Telepon, alamat Jl. Dr. Soetomo 27 dimiliki oleh Paul Alexander Johannes Wilhelm Brandenburg Van Der Gronden, seorang makelar gula di firma G.L. SIRKS & Co. Sementara alamat Jl. Raya Darmo 36 dimiliki oleh Willem Hugo Lodewijk Savelkoul, yang memiliki toko pakaian pria di kota Amsterdam dan Batavia.
Antara tahun 1936 hingga 1942, gedung ini digunakan oleh Toko Yan, cabang dari Toko Piet (kemudian menjadi Toko Metro) di Jalan Tunjungan. Pada masa ini, gedung ini menjadi tempat tinggal sementara bagi pegawai toko. Namun, toko Yan ditutup pada tahun 1942 saat Jepang masuk ke Surabaya.
BACA JUGA: Diduga Melakukan Korupsi, Manajemen Wismilak Membantah
Selama masa pendudukan Jepang, gedung ini diambil alih sebagai kantor polisi Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, gedung ini tetap digunakan sebagai kantor kepolisian.
Pada tahun 1993, gedung ini diambil alih oleh PT. Wismilak Inti Makmur dan difungsikan sebagai kantor perusahaan.
Gedung ini memiliki nilai sejarah, terutama karena menjadi tempat proklamasi Polisi Republik Indonesia di Surabaya pada tahun 1945.
Pada tanggal 9 September 2009, gedung baru Grha Wismilak diresmikan oleh Bapak Willy Walla, Presiden Direktur PT. Wismilak Inti Makmur.
Gedung baru ini memiliki arsitektur yang mengikuti dan bersambung dengan gedung lama. Meskipun eksteriornya didominasi oleh warna putih, interior gedung didominasi oleh warna hijau khas Wismilak.
BACA JUGA: Kabupaten Jember Miliki 140 Ribu Anggota Pramuka
Gedung ini memiliki empat lantai dengan tambahan lantai atap dan top floor. Desain harmonis ini mendapat apresiasi dan perhatian, bahkan pernah diajukan untuk UNESCO Asia Pasifik Heritage Award for Culture Heritage Conservation tahun 2011.
Gedung Grha Wismilak mengalami perjalanan yang mencerminkan perubahan zaman, dari toko-toko hingga kantor kepolisian dan akhirnya menjadi pusat bisnis modern.
Sebagai bagian dari sejarah dan warisan kota Surabaya, gedung ini terus menarik perhatian dan menginspirasi para pengunjungnya. (fyi/nap)






