Mojokerto (beritajatim.com) – Harmoni Music Festival Jatim, kompetisi band SMA se-Jawa Timur digelar di Ubaya Training Center (UTC) Kampus Ubaya 3, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 24 band mengikuti kompetisi kolaborasi Ubaya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim dan DPRD Jatim.
Dari 24 band yang mendaftar, terjaring 10 besar untuk tampil dalam final Harmoni Music Festival Jatim. Dari 10 besar tersebut diambil Juara 1, 2, 3 dan favorid yang akan diumumkan pada, Sabtu (20/7/2024) malam. Acara dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Kulit dengan lakon ‘Subali Sugriwa’ oleh Ki Didik Sasmito Aji asal Mojokerto.
Vokalis 9 Squad dari SMAN 9 Surabaya, Nabila Ayu mengatakan, untuk persiapan cukup cepat. “Kita diberi waktu satu bulan tapi itu cukup buat kami. Untuk kami, kesulitannya di arasemennya karena kita harus menyatuhkan modern dan tradisional. Cari efek-efek dan coreo, tadi bawain Perahu Layar sama Gebyar-gebyar. Biasanya pop-rock tapi ini agak nge-rock. Targetnya Juara 1,” harapnya.
Direktur Integrated Outdoor Campus Ubaya, Prof. Joniarto Parung, Ph.D mengatakan, jika antusias para peserta cukup besar. “Para finalis berusaha keras tampil bagus dan semaksimal mungkin. Pemuda-pemuda, siswa-siswa SMA kita butuh tempat untuk menyalurkan bakat, kreatifitas mereka sehingga ada lomba seperti ini kesempatan bagi mereka,” ujarnya.
Masih kata Prof Joni, untuk menunjukkan kemampuan, karakter, bakat, kreatifitas dan mengeluarkan uneg-uneg dalam sebuah lagu. Ada dua lagu yang dibawakan yakni lagu nasional dan tradisional. Indonesia baru saja selesai menggelar Pemilu yang membuat masyarakat terpecah, pihaknya berharap semua yang terlibat dalam Pemilu bisa kembali menyatu.
“Sehingga kami sebut Harmoni Jawa Timur. Makna harmoni banyak, selain harmoni antar masyarakat, antar masyarakat dan pemerintah. Bagaimana juga kita mengharmoniskan kehidupan kita dengan alam, dengan sekitar lingkungan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan dilakukan di tempat yang menunjukan harmoni alam sehingga dipilih di tempat ini. Itu harapan kita,” jelasnya.
Selain kompetisi, juga digelar pagelaran wayang kulit dengan harapan para pemuda kembali ke budaya Jawa yang memiliki karakter yang harus dipelihara. Meski harus dipaksa, lanjut Prof Joni, anak muda harus diarahkan agar tidak hanya mengenal musik modern namun juga mengenal budaya asli Indonesia. Seperti wayang kulit.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemberdayaan Lembaga Seni Ekonomi Kreatif Wilwatikta, Disbudpar Jatim, Samad Widodo mengatakan, jika event tersebut memadukan event budaya dan seni melalui musik dan pagelaran wayang kulit dengan sasaran anak muda. “Kita arahkan untuk memberikan edukasi agar menyukai budaya lokal,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi kreatif. Menurutnya, Disbudpar Jatim berkewajiban memberikan edukasi dan melestarikan kesenian untuk menjadikan SDM ekonomi kreatif lebih bangkit lagi di Jawa Timur. Dari kompetisi tersebut muncul kompetisi yang lain sehingga Jawa Timur memiliki SDM di bidang ekonimi kreatif.
“Terutama seni musik lebih banyak sehingga anak muda dalam berkesenian ada wadah dan melampiaskan emosi mereka dalam sebuah seni musik dan pertunjukan menjadi alternatif. Kami bekerja sama dengan Ubaya, yang melakukan seleksi dari video yang dikirim dan terjaring 10 besar adalah Ubaya. Hasilnya saya lihat tadi cukup baik menjadi 10 besar,” katanya.
Meski digelar baru pertama namun peminat dalam kompetisi tersebut cukup luar biasa. Samad menjelaskan, kerjasama dengan Ubaya tersebut bukan kali pertama. Ia berharap kompetisi tersebut bisa berlanjut dan rutin digelar setiap tahunnya. Agenda selanjutnya, Wilwatika Creatif Festival pada tanggal 14-15 September 2024 di Taman Candra Wilwatikta Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. [tin/kun]
Berikut pemenang Harmoni Jatim Music Festival :
Juara 1 : SMALA BAND 25 (SMA Negeri 5 Surabaya)
Juara 2 : 9SQUAD (SMA Negeri 9 Surabaya)
Juara 3 : JAZYDEN (SMA Katolik St. Albertus Malang)
Juara Favorit : Bhawikarsu Band (SMA Negeri 3 Malang)







