Surabaya (beritajatim.com) – Jose Mourinho masuk ke stadion Giuseppe Meazza langsung mendapat sambutan meriah dari penggemar Inter. Namun sayang, gol dari Edin Dzeko dan Alexis Sanchez menghentikan mimpi sang manajer Roma itu guna meraih trofi pertama bersama As Roma Giallorossi.
Pemandangan itu memang layak diberikan bagi sang juru taktik, Jose Mourinho. Barangkali penggemar Inter Milan masih mengingat the Special One adalah satu-satunya manajer yang berhasil mencatat treble sepanjang sejarah bagi sebuah tim Serie A; trofi Liga Champions bersanding dengan juara Serie A dan Coppa Italia pada musim 2009/2010.
Ini adalah pertama kalinya Jose Mourinho kembali ke hadapan publik Inter Milan sebagai lawan. “Saya datang kesini untuk menang, saya datang kesini untuk Roma saya dan para penggemar AS Roma.” Ungkap Mou dilansir dari football-italia.
Kendati begitu, Mourinho juga memberi pujian pada kedua klub. “Saya melihat tim kami, Roma bermain sangat baik melawan Inter Milan. Namun harus saya akui, Inter Milan punya lini pertahanan yang sangat kuat,” ungkap Jose Mourinho.
Roma kalah dalam segala hal saat berhadapan tuan rumah. Roma juga kalah dominasi bola 59 berbanding 41 persen. Anak asuh Jose Mourinho juga kalah dalam percobaan serangan (10 banding 9 dan kalah pula dalam tembakan tepat sasaran lima dengan satu.
Gol pertama Inter bahkan terjadi ketika laga belum sampai dua menit, Ivan Perisic mengirimkan bola dari sisi kiri yang disambar dengan sepakan first-time oleh mantan striker Rom, Edin Dzeko. Pemain asal Chile, Alexis Sanchez, mengakhiri kesempatan tim tamu dengan gol kedua bagi Inter di menit 68.
Berkat hasil ini maka Inter Milan mengisi satu tempat dari empat tempat pada semifinal Coppa Italia musim 2021/22. Tiga laga lain dari perempat final ini akan berlangsung Kamis dan Jumat dini hari, 10 dan 11 Februari 2022.
Sementara itu untuk Mourinho, peluang satu-satunya merebut trofi kini hanya berada di ajang Liga Konferensi Eropa. Posisi Roma di klasemen sementara Serie A yang sulit, menjadikan kesempatan menjadi juara sudah sangat tipis.
Pada akhirnya, meski senang karena mendapat sambutan hangat, Mourinho jugas bersedih akibat kekalahan yang diderita anak asuhnya. “Saya juga ingin orang tahu Roma adalah rumah saya, saya mencintai Roma saya dan saya sangat sedih kami kalah,” terang Mourinho. (dan/ian)






