Madiun (beritajatim.com) – Ibu yang tega bakar bayi sendiri di Madiun, kini tengah menjalani perawatan di RSUD Dolopo. Usai ditemukan lemas di sungai kawasan hutan di Kecamatan Dagangan, bersama kawalan ketat polisi, IS (38) dibawa ke RSUD Dolopo untuk menjalani perawatan.
Kondisi ibu, warga Dusun Kalisantan Desa Ngranget Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun itu lemas karena pendarahan hebat pasca melahirkan.
Kabid Pelayanan RSUD Dolopo, Dewi Majasari menuturkan, pasien tersebut dibawa oleh mobil ambulance Selasa (7/2/2023) pukul 12.15 WIB didampingi bidan desanya. Setelah itu langsung dilarikan ke IGD.
“Hingga sekarang belum ada keluarga yang datang dan masih didampingi dari Polres Kabupaten Madiun. Perawatan tetap diberikan sampai kondisi pasien stabil atau membaik,yang terpenting keselamatan pasien,” ujar Dewi, Rabu (8/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ibu-bakar-bayi-madiun”]
Pun, dokter Spesialis Obgyn RSUD Dolopo, dokter Nur Agung menambahkan, saat dibawa kondisi pelaku begitu lemah. Petugas masih belum bisa mengajaknya berkomunikasi. “Saat datang langsung kami beri penanganan kedaruratan dulu. Masih perlu transfusi darah agar kondisi membaik. Kami fokus penanganan dan belum bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Menurutnya, pasien belum diperiksa lebih lanjut, utamanya kondisi yang menyebabkannya lemah. Apakah karena memang darah rendah atau kehilangan banyak darah selama pelariannya.
Selain itu, masa pemulihan tergantung dengan kondisi pasien. Apabila transfusi diberikan langsung dalam jumlah banyak akan menimbulkan resiko yang berefek ke tubuh seperti demam, sesak, sampai trauma pada paru-paru. “Tranfusinya pelan pelan, tidak bisa buru buru karena bisa mencederai pasien. saat pasien ditransfusi dua kantong per hari untuk perbaikan darah,” pungkas Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu di Dusun Kalisantan Desa Ngranget Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Jawa Timur tega membakar bayinya sendiri yang baru dilahirkan pada Senin (6/2/2023). Hasil interogasi petugas kepolisian sementara, ibu berinisial IS (36) nekat melakukan perbuatan keji itu karena sakit hati usai dituduh selingkuh oleh suaminya. (fiq/kun)






