Mojokerto (beritajatim.com) – Para petani di Kabupaten Mojokerto bakal menghadapi potensi kelangkaan pupuk subsidi pada musim tanam tahun ini. Kelangkaan pupuk bersubsidi yang diajukan Pemkab Mojokerto sesuai kebutuhan petani dipangkas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah mengatakan, alokasi pupuk subsidi melalui e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) ada pengurangan kuota dari Pemerintah Pusat. “Pupuk subsidi bukan langka tapi karena kuota yang kita minta ke pusat melalui e-RDKK memang tidak sesuai dengan yang diusulkan,” ungkapnya, Selasa (6/6/2023).
Masih kata Nurul, kebutuhan pupuk subsidi untuk petani di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto mencapai kurang lebih sekitar 49 ton per tahun 2023. Usulan pupuk subsidi jenis urea melalui e-RDKK sekitar 21.532 ton namun hanya terpenuhi kurang lebih 20.997 ton, sementara usulan pupuk subsidi NPK dari 27.473 ton hanya terpenuhi sekitar 13.863 ton.
“Kuota pupuk subsidi jauh dari yang kita usulkan terutama NPK, kalau Urea hampir terpenuhi untuk kebutuhan pupuk di tahun 2023. Kita sudah mengusulkan ke provinsi yang nantinya akan dipenuhi kekurangan pupuk subsidi pada masa tanam ini, meskipun tidak terpenuhi secara penuh namun cukup lumayan untuk menutupi kekurangan,” pungkasnya. [tin/kun]
BACA JUGA:
![Dipangkas, Petani di Kabupaten Mojokerto Hadapi Potensi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230606-WA0005_KI93ktcu4P-1-1024x768.jpeg)





