Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo kembali pasang target tinggi dalam vaksinasi polio pada putaran kedua. Hal itu dilakukan dengan harapan mencapai kesuksesan sebanding dengan putaran pertama.
Ya, pada Januari 2024 lalu, Dinkes Ponorogo berhasil melaksanakan vaksinasi terhadap sekitar 90 ribu anak atau 102 persen. Jumlah itu melebihi target yang dicanangkan sebelumnya, sebanyak 95 persen.
“Kita kembali menargetkan tinggi untuk vaksin polio putaran kedua ini,” ungkap Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, ditulis Sabtu (24/2/2024).
Ayu berharap vaksinasi pada putaran kedua ini dapat mencapai atau mendekati pencapaian sebelumnya. Target vaksinasi untuk putaran kedua diharapkan mencapai sekitar 95 persen.
Proses vaksinasi ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 19 hingga 24 Februari 2024. Vaksinasi polio menargetkan anak usia 0 sampai 7 tahun.
“Vaksinasi putaran kedua ini sudah dimulai sejak tanggal 19 Februari lalu, hingga nanti tanggal 24 Februari 2024,” katanya.
Lebih lanjut, Ayu mengatakan bahwa Dinkes Ponorogo akan memastikan setiap petugas melakukan penyisiran di wilayah masing-masing untuk memastikan semua anak tercakup dalam vaksinasi polio. Sehingga melindungi mereka dari risiko bahaya penyakit polio.
Dengan begitu, para ibu akan mendapat apresiasi atas partisipasinya membawa anak-anak untuk divaksin. Sebab, mencegah potensi cedera saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, atau bahkan kematian.
“Petugas akan kita dorong untuk melakukan penyisiran di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Dinkes Ponorogo telah menyiapkan dua ribuan pos pelayanan vaksin polio. Mulai tersebar di puskesmas, posyandu, dan sekolah-sekolah. Dengan banyaknya pos pelayanan itu, memastikan ketersediaan vaksin dan mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan perlindungan terhadap penyakit polio.
“Ada 2.191 pos pelayanan vaksin polio telah kita siapkan. Mulai tersebar di puskesmas, posyandu, dan sekolah,” pungkasnya. [end/beq]






