Magetan (beritajatim.com) – Penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Magetan menunjukkan progres yang positif. Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Magetan, Agoes Yudi Purnomo, menyampaikan bahwa tata laksana TBC di wilayahnya sudah berjalan dengan baik.
Agoes menjelaskan, begitu ditemukan kasus TBC, pengobatan langsung dilakukan tanpa penundaan. Tahun ini, 100% dari total 846 kasus yang ditemukan langsung mendapatkan pengobatan.
“Ini adalah kondisi yang sangat menggembirakan bagi Magetan. Begitu kasus ditemukan, langsung ditindaklanjuti,” ungkap Agoes, Senin (30/12/2024)
Keberhasilan pengobatan TBC di Magetan mencapai 93% dari target 100%. Namun, masih ada kendala seperti pasien yang tidak melanjutkan pengobatan atau meninggal dunia.
“Ini sangat kami sayangkan, karena jika pasien menyelesaikan pengobatan dengan benar, Insyaallah mereka bisa sembuh,” ujar Agoes.
Agoes juga menggarisbawahi bahwa distribusi kasus yang tinggi di beberapa kecamatan, seperti Panekan dan Karas, tidak serta-merta menunjukkan prevalensi penyakit yang lebih besar. Tingginya angka kasus di wilayah tersebut justru mencerminkan upaya aktif petugas dalam menemukan dan menangani kasus TBC.
Salah satu daerah yang mendapat perhatian adalah Pondok Pesantren Temboro. Agoes menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang sudah terjalin dengan pihak pondok.
“Kami harap pondok-pondok lain yang belum melakukan screening bisa bekerja sama dengan kami. Pemeriksaan dan pengobatan semuanya gratis, didukung oleh pemerintah,” jelasnya.
Dinkes Magetan juga aktif mendorong masyarakat dan sektor lain untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan TBC. Kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, perusahaan, dan para pengusaha di Magetan diharapkan dapat mendukung target eliminasi TBC pada 2030.
Tahun 2025, target temuan kasus diperkirakan masih serupa, sekitar 1.600 kasus. Namun, pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, menunjukkan komitmen tinggi untuk meningkatkan upaya eliminasi TBC. Jika tata laksana terus berjalan optimal seperti di Magetan, harapan untuk mencapai eliminasi lebih cepat dapat terwujud.
Dengan upaya kolektif antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta, Magetan optimistis menjadi salah satu daerah yang berhasil mencapai eliminasi TBC pada 2030. “Kami siap bekerjasama dengan semua pihak demi tercapainya target ini,” tutup Agoes. [fiq/but]






