Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan setempat mulai menggencarkan capaian vaksinasi dosis keempat atau vaksin Boster 2. Hal itu sebagai tindak lanjut atas pencabutan kebijakan PPKM beberapa waktu lalu.
Apalagi, saat ini tengah beredar Covid-19 varian XBB 1.5 atau yang lebih sering disebut varian Kraken. Varian Covid mutasi Omicron itu sampai saat ini masih belum ada di Indonesia. Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada.
“Varian Kraken belum masuk ke Indonesia. Belum ada imbauan atau pengumuman dari Kemenkes. Kalau Kemenkes sudah mengeluarkan imbauan atau peringatan, berarti sudah melacak dengan betul. Tapi sampai saat ini belum ada pengumuman dari Kemenkes,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg. Wiyanto Wijoyo, Jumat (27/1/2023) sore.
Wiyanto menegaskan, pemerintah saat ini juga mengimbau agar tetap waspada. Imbauan tersebut dilakukan bersamaan dengan dicabutnya kebijakan PPKM secara resmi beberapa waktu lalu. Dimana masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan melanjutkan vaksin.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksin-booster”]
“Memang harus ada tindak lanjut dari pencabutan PPKM ya. Salah satunya dengan vaksin ada tindak lanjutnya. Apalagi sekarang sudah masuk booster dosis kedua sudah dibuka untuk masyarakat sejak 24 Januari 2023 lalu,” beber Wiyanto.
Wiyanto meminta agar masyarakat tidak cemas akan adanya kabar Covid-19 varian Kraken. Sebab di sisi lain, untuk menentukan virus itu termasuk Kraken atau tidak, juga melalui proses yang tidak mudah dan harus melalui penelitian di laboratorium.
Ia memaparkan, adapun ciri-ciri Covid Kraken ada tujuh. Gejalanya tidak jauh berbeda dari mutasi Covid-19 yang lain. Beberapa gejala Kraken antara lain pilek dan bersin, sakit kepala, kelelahan, demam, batuk kering, nyeri otot dan lemas, serta sakit tenggorokan. Kraken terdeteksi berkat genome sequencing.
Wiyanto memastikan, bahwa stok vaksin di Kabupaten Malang saat ini sudah terbilang aman. Setidaknya saat ini stok vaksin sudah ada hampir 10 ribu dosis vaksin jenis pfizer. “Sudah saya mintakan, ada hampir sepuluh ribu dosis. Hari ini semua Kepala OPD dan Anggota dapat vaksin. Puskesmas juga sudah ready. Dosis vaksin sangar mencukupi,” pungkas Wiyanto. [yog/suf]






