Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) memberikan edukasi 100 kader kesehatan tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), Alat Kesehatan (Alkes) dan Perbekalan Rumah Tangga (PKRT).
Kadinkes Jatim Erwin Astha Triyono mengatakan edukasi ini sebagai upaya dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya bagi kader kesehatan tentang pentingnya penggunaan obat, alkes dan PKRT dengan benar.
“Ibu adalah dokter dan perawat pertama untuk keluarganya. Karena itu, ibunya harus diedukasi, khususnya dalam penggunaan obat yang benar agar menjadi Ibu yang hebat,” ujar Erwin, Kamis (30/11/2023).
BACA JUGA:Job Market Fair Tuban Digelar, Tersedia 2.336 Lowongan Kerja
Ia mengungkapkan, saat ini ada 3 besar penyakit di rumah sakit, yakni penyakit keganasan misalnya kanker, penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan penyakit infeksi. Karena kasusnya banyak, maka membutuhkan anggaran yang banyak pula untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut.
“Oleh karena itu, tugas kita saat ini adalah meningkatkan upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui program Gema Cermat, yaitu gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat dan alkes dengan benar dan deteksi dini pada penyakit” terang Erwin.
Pola Hidup Sehat juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena penyakit keganasan maupun metabolik itu disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat, seperti malas olahraga, konsumsi junk food, dan lain sebagainya.
BACA JUGA:Polisi: Aksi Demo Buruh Ganggu Aktivitas Warga Surabaya
Sementara itu, Kepala Seksi Kefarmasian Susilo Ari Wardani menerangkan bahwa dalam pertemuan ini, para kader diberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai DAGUSIBU, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat secara benar.
“Harapannya, setelah para kader mendapat pengetahuan mengenai DAGUSIBU, Dapatkan Gunakan, Simpan dan Buang obat dengan benar, bisa diterapakan di keluarganya dan menginformasikan ke lingkungan sekitarnya.” jelas Ari.
Ia melanjutkan, pertemuan seperti ini sudah dilakukan sejak 2015 dengan menggandeng berbagai stakeholder, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, Dharmawanita, PKK, Saka Bhakti Husada, dan lainnya. Kali ini, Dinkes Jatim menggandeng Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Ipl/Aje)






