Banyuwangi (beritajatim.com) – Hasil pemeriksaan awal sample makanan di sejumlah pasar takjil Banyuwangi aman dikonsumsi. Sejumlah makanan yang dijual oleh pedagang hasilnya tidak mengandung pewarna, pengawet dan pengenyal.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Banyuwangi akan terus melakukan proses pemeriksaan sampel makanan di pasar takjil secara bertahap hingga akhir Ramadan. Harapannya, pengecekan tersebut bakal menjamin keamanan menu berbuka yang dikonsumsi oleh warga.
Dinkes Banyuwangi memberikan peringatan tegas kepada pedagang untuk memperhatikan bahan dan proses pengolahan makanan/minuman yang dijual. Hal tersebut untuk memastikan menu berbuka yang dibeli warga kondisinya aman dan menyehatkan.
“Spot check pengambilan sampel dan pemeriksaan rencananya akan dilanjutkan hingga pasar takjil Ramadan selesai,” ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku lega lantaran takjil yang dijual di pasar ramadan layak konsumsi. Pihaknya meminta agar Dinas Kesehatan dan puskesmas terus melakukan pengujian terhadap makanan yang dijual di pasar takjil agar aman, layak konsumsi.
“Dicek terus agar pembeli yakin jika makanan dan minuman yang dibelinya dipastikan aman dan menyehatkan. Para camat harus berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banyuwangi dan petugas Puskesmas melakukan pengambilan sample makana di 39 titik pasar takjil di 25 kecamatan. Tiap lokasi, hasilnya menunjukkan makanan dan olahan pedagang dipastikan layak konsumsi. [rin/aje]






