Ponorogo (beritajatim.com) – Gempa bumi Bantul Yogyakarta terasa hingga ke Kabupaten Ponorogo. Getaran akibat gempa bumi itu, membuat dinding di salah satu rumah di lingkungan Geger Kelurahan Paju roboh. Dua lanjut usia (lansia) yakni Ndirun (80) dan Amirah (70) yang mendiami rumah tersebut, akhirnya dievakuasi untuk diungsikan ke rumah saudaranya yang lebih aman.
“Semalam kan getaran gempa 2 kali, dan kondisi rumah Mbah Ndirun memang sudah parah dan retak-retak sebelumnya,” kata Iswahyudi, tetangga sekitar rumah Mbah Ndirun, Sabtu (01/07/2023).
Warga sekitar Mbah Ndirun, kata Iswahyudi mendengar suara gemuruh, setelah dicek ada dinding rumah Mbah Ndirun yang roboh. Warga pun kemudian membujuk kedua lansia itu untuk meninggalkan rumahnya. Sebenarnya yang mendiami rumah itu ada 3 orang.
Kedua lansia itu dengan satu anaknya. Namun, anaknya itu saat gempa bumi terjadi sedang keluar rumah. Awalnya, Mbah Ndirun tidak mau untuk dievakuasi keluar oleh warga, sebab tidak tahu kalau dinding rumahnya roboh. Maklum saja, Mbah Ndirun pendengarannya sudah berkurang.
“Awalnya dua lansia itu tidak mau pindah, tidak tahu kalau dinding rumahnya roboh, sebab Mbah Ndirun sudah sudo krungon (pendengar berkurang-red),” katanya.
Baca Juga: Ada Gempa, Emak-emak Latihan Hadroh Berhamburan, Plester Tembok Masjid di Ponorogo Berjatuhan
Dengan dibujuk terus menerus oleh warga, akhirnya keduanya mau dievakuasi dan diungsikan ke rumah saudaranya yang rumahnya lebih aman. Pasca gempa bumi dan dinding roboh, rumah Mbah Ndirun tidak layak untuk ditempati lagi. Sebab, sangat membahayakan. Meski ada dinding yang masih berdiri, namun kondisinya juga sudah retak dan posisinya sudah miring.
“Ya bisa dikatakan rusak berat, tidak layak untuk ditempati ya karena bahaya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada Jumat (30/6) malam telah terjadi gempa bumi yang berpusat di Bantul Yogyakarta. Dari pantauan akun twitter resmi dari BMKG, gempa bumi itu berkekuatan Magnitudo 6.4 terjadi pada pukul 19:57:41 WIB. Lokasi gempa bumi berada di 94 kilometer barat daya Kabupaten Bantul Provinsi DIY. Dengan kedalaman 25 kilometer. (end/ted)






