Mojokerto (beritajatim.com) – Normalisasi saluran sungai dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto dalam rangka pengendalian banjir saat musim hujan. Normalisasi tersebut dilakukan di sembilan kecamatan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, sembilan kecamatan tersebut yakni Ngoro, Mojoanyar, Kutorejo, Pacet, Gondang, Pungging dan Kecamatan Bangsal. Serta dua kecamatan di Utara Sungai Brantas yakni Kemlagi dan Gedeg.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
“Kecamatan Ngoro dilakukan perbaikan tanggul saluran, normalisasi saluran dan pembersihan sampah. Perbaikan tanggul saluran dilakukan di Desa Watesnegoro sepanjang 50 meter dan di Desa Candiharjo sepanjang 150 meter,” ungkapnya, Sabtu (6/11/2021).
Untuk normalisasi saluran dilakukan di Desa Sukoanyar sepanjang 300 meter, Desa Jasem sepanjang 1000 meter, Desa Purwojati sepanjang 200 meter dan Desa Kembangri. Sementara pembersihan sampah dilakukan di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
“Kecamatan Mojoanyar, normalisasi saluran dilakukan di Desa Gayaman sepanjang 300 meter dan Desa Jumeneng sepanjang 1000 meter. Sementara pembersihan sampah di Desa Gebangmalang sepanjang 50 meter. Di Kecamatan Kutorejo, normalisasi saluran dilakukan di dua desa,” katanya.
Yakni di Desa Gedangan sepanjang 150 meter dan Kertosari sepanjang 1000 meter. Di Kecamatan Pacet dilakukan normalisasi saluran di Desa Kembangbelor sepanjang 500 meter, sedangkan di Kecamatan Gondang normalisasi Saluran dilakukan di Desa Centong sepanjang 200 meter.
“Di Kecamatan Bangsal normalisasi saluran dilakukan di Desa Mejoyo sepanjang 1000 meter dan di Desa Tinggarbuntut sepanjang 2000 meter. Di Kecamatan Pungging, normalisasi saluran dilakukan di Desa Balongmasin sepanjang 700 meter, Desa Kedungmungal sepanjang 2000 meter dan Desa Pungging,” jelasnya.
Sementara di utara sungai yakni Kecamatan Kemlagi, normalisasi saluran di Desa Mojosarirejo dilakukan sepanjang 20 meter dan di Kecamatan Gedeg, normalisasi saluran dilakukan di Desa Bandung sepanjang 300 meter. Diharapkan normalisasi, perbaikan dan pembersihan sampah bisa mengantisipasi terjadinya banjir. [tin/suf]







