Pamekasan (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, setidaknya terdapat tiga nama berbeda yang digadang-gadang bakal maju dan bersaing pada pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Ketiga nama tersebut masing-masing Anis Baswedan, Ganjar Pranowo, serta Prabowo Subianto. Bahkan ketiganya sudah memastikan diri untuk maju sebagai bakal calon presiden Republik Indonesia, untuk periode mendatang.
Namun dari ketiga capres tersebut, baru Anis Baswedan yang sudah mendeklarasikan diri sebagai kandidat serius dan sudah memilih dan menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan alias calon wakil presiden (cawapres).
Beragam kegiatan turba atau turun lapangan, sudah dipertontonkan masing-masing kandidat, mulai dari konsolidasi tingkat atas hingga kegiatan menyapa massa pendukung yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Adu Cepat Memikat Khofifah, Kemana Hati Ketum Muslimat Tertambat?
Bahkan sejumlah pendukung yang mengatasnamakan diri sebagai tim sukses masing-masing kandidat, juga mulai sama-sama menyatakan komitmen untuk mendukung jagoan masing-masing. Baik dari level partai politik (parpol) pendukung, maupun kelompok/komunitas atau simpatisan.
Hal tersebut juga mulai tampak di Pulau Madura, tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan. Di mana beberapa parpol maupun simpatisan sudah mulai mempromosikan masing-masing kandidat yang diusung sebagai sosok yang dapat memimpin Indonesia lebih baik.
Namun dari tiga kandidat tersebut, nama baru Prabowo Subianto yang memiliki statistik dukungan konkrit dalam kontestasi politik tanah air, khususnya di kabupaten Pamekasan. Sebab ia bersama pasangannya, Sandiaga Salahuddin Uno sempat tercatat sebagai pasangan pemenang Pemilu 2019 di Pamekasan.
Catatan tersebut berdasar data hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, pada Pemilu 2019 silam. Pasangan Prabowo-Sandi unggul telak dengan meraih sebanyak 531.561 suara, dibanding pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin yang mendapat sebanyak 102.931 suara.
Baca Juga: PWI Pamekasan Ingatkan Pentingnya Informasi Berimbang
Bahkan perbandingan dari aspek prosentase antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, terbilang cukup tinggi, di mana pasangan Prabowo-Sandi mendapat prosentase sebesar 83,78 persen berbanding prosentase 16,22 persen milik pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Dari hasil tersebut, pasangan Prabowo-Sandi menguasai perolehan suara di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Bahkan tidak satupun kecamatan di Pamekasan, memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Kemenangan suara terbanyak Prabowo-Sandi didapat di Kecamatan Waru, yakni sebanyak 48.937 suara berbanding sebanyak 2.275 suara milik pasangan Jokowi-Ma’ruf.
Angka tersebut tercatat sebanyak 634.492 suara sah, sebanyak 16.384 suara tidak sah dari total sebanyak 650.876 pemilih yang tercover dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di sebanyak 3.136 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hanya saja pada Pemilu mendatang, sosok Anis Baswedan diprediksi menjadi salah satu pesaing berat Prabowo Subianto. Apalagi sosok Anis Baswedan dinilai sebagai ‘sosok terdholimi’ saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, sementara Prabowo Subianto dianggap ‘orangnya’ Jokowi sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI).
Baca Juga: Dukung Ganjar, Mafia Sholawat Indonesia: Jaga Kedamaian
Lepas dari itu, sosok Anis Baswedan juga memiliki peluang besar berkat kebersamaannya menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapres, ia dinilai memiliki kekuatan massa melalui jaringan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya melalui parpol yang dipimpinnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Namun lepas dari itu, keberadaan parpol juga menjadi salah satu penentu dalam kontestasi politik di Pamekasan. Di mana selama ini, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selalu menjadi parpol pemenang pemilu di Pamekasan, khususnya dalam beberapa dekade terakhir.
Untuk diketahui, saat ini Anis Baswedan bersama Muhaimin Iskandar mendapat dukungan dari sedikitnya tiga parpol berbeda, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PKB dan Partai Nasdem. Sementara Prabowo Subianto didukung beberapa parpol besar, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, dan Partai Golkar.
Sedangkan Ganjar Pranowo, diusung dan dukung PDI Perjuangan. Namun di kabupaten Pamekasan, PDI Perjuangan gagal mendelegasikan kader terbaik dan tidak satupun kader mereka berada di kursi legislatif (DPRD Pamekasan) pada Pemilu 2019 silam. [pin/ted]






