Kediri (beritajatim.com) – Komunitas seniman mengaku ditelantarkan saat kampanye PSI yang dihadiri Ketua Umum Kaesang Pangarep di Lapangan Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri pada Selasa (23/1/2024). Padahal, mereka datang ke kampanye tersebut lantaran dimobilisasi oleh oknum panitia.
Koordinator Pecut Samandiman Kota Kediri Agus Valentino mengaku, komunitasnya menjadi salah satu kelompok simpatisan yang ditelantarkan tersebut. Paguyuban ini diminta untuk mengerahkan ribuan seniman pecut oleh oknum caleg PSI dan pengurus DPD PSI Kabupaten Kediri.
Tetapi setelah tiba di lokasi kampanye terbuka, mereka tidak ‘diopeni’. Tidak diberi makan maupun minum. Bahkan, mereka harus merogoh kocek pribadi untuk membeli BBM.
“Kami kerahkan massa sejumlah 2.000 orang dari warga Kediri. Tetapi sampai di tempat, kami ditelantarkan,” ucap Agus Valentino.
Agus mengaku, para seniman Pecut Samandiman kecewa. Sehabis kegiatan kampanye, mereka berusaha menghubungi pengurus DPD PSI untuk meminta pertanggungjawaban namun tidak ditanggapi.
“Saya pusing. Teman-teman semua nguber (mencari) untuk meminta pertanggungjawaban,” pungkas Valentino dengan nada kecewa.
Kekecewaan yang sama dirasakan oleh Narko, simpatisan lainnya. Selain harus membeli makan dan minum serta BBM secara mandiri, dia juga harus bayar parkir kendaraan yang terbilang mahal. Rp5.000 untuk satu sepeda motor.
“Kami pelaku seni. Kalaupun itu bayar parkir diperuntukkan menonton jaranan, kami terima demi kemajuan kesenian jaranan. Lha ini politik, kok parkir saja bayar,” keluhnya.
Beritajatim.com mencoba mengkonfirmasi Ketua DPD PSI Kabupaten Kediri Widi Asmoro terkait keluhan ini. Tetapi hingga berita ini tayang, belum ada jawaban dari Widi.
Diketahui, kampanye terbuka PSI di Lapangan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, pada Selasa (23/1/2024) kemarin dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Kampanye itu juga dimeriahkan oleh Mr. Jono dan Joni. [nm/beq]






