Brighton and Hove (beritajatim.com) – Premier League baru menyelesaikan matchweek ketiga. Tetapi, Manchester City bisa dibilang sudah mengibarkan bendera putih. Itu menyusul kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion Minggu (31/8/2025) malam.
Ironisnya, City sempat memimpin lebih dulu via gol Erling Haaland (34′). Tetapi, Brighton bangkit di babak kedua via gol-gol yang dicetak James Milner (67′) dan Brajan Gruda (89′).
Kekalahan pada laga yang dimainkan di American Express Stadium, Brighton and Hove, itu jadi yang kedua beruntun setelah keok dari Tottenham Hotspur pekan lalu. Dua kekalahan dari tiga matchweek awal jadi yang pertama dialami City sejak musim 2004–2005.
Dalam sejarah Premier League, hanya ada satu tim yang mampu juara meski menelan dua kekalahan di tiga matchweek awal mereka. Yakni, Manchester United musim 1992–1993.
“Seperti melawan Spurs, kami mengawali laga dengan sangat baik. Tetapi, entah mengapa pasca lawan mencetak gol, kami seolah tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di akhir musim,” ujar tactician City, Pep Guardiola kepada BBC.
Dalam sejarah kepelatihan Guardiola, dia tidak pernah dua musim beruntun gagal memenangi liga. Termasuk ketika menukangi FC Barcelona (2008-2012) dan Bayern Munchen (2013-2016). Tren yang sangat mungkin berakhir musim ini.
Meski masih optimistis, sebenarnya peluang City untuk bangkit juga dalam ancaman. Salah satu bintang mereka, Rayan Cherki, harus menepi setidaknya dua bulan akibat cedera paha.
Cherki absen pada laga melawan Brighton. Dan, dia juga akan absen di beberapa krusial seperti Derby Manchester (14/9), matchday pembuka Liga Champions vs SSC Napoli (19/9), dan big match vs Arsenal (21/9).
“Keberhasilan tim adalah kolektif. Kejayaan kami sebelumnya juga diraih berkat hal itu. Kami harus jauh lebih baik setelah jeda internasional bulan ini,” papar gelandang City, Rodri. (dio)






