Surabaya (beritajatim.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia Jawa Timur (PGRI Jatim) menanggapi positif program digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, tetapi mengingatkan bahwa distribusi perangkat pintar saja tidak cukup.
Ketua PGRI Jatim, Djoko Adi Walujo, menekankan bahwa program ini harus diiringi dengan penguatan kapasitas guru agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Djoko Adi Walujo menyatakan bahwa esensi dari digitalisasi pendidikan adalah capacity building bagi para guru. Menurutnya, tanpa pelatihan yang memadai, perangkat canggih seperti televisi pintar dan Interactive Flat Panel (IFP) berpotensi hanya menjadi “penonton” dan tidak relevan dengan kebutuhan pembelajaran.
“Guru harus diberi penguatan agar mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Jadi tidak hanya sekadar menonton, tetapi ada pengayaan, ada share of value dan share of technology,” kata Djoko, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, pemerintah perlu menyiapkan model blended learning yang fleksibel, yang menggabungkan penggunaan teknologi dengan metode pembelajaran lain sesuai kebutuhan sekolah. Model ini penting mengingat kondisi di daerah 3T belum sepenuhnya terjangkau oleh teknologi.
Lebih lanjut, Djoko mendorong agar guru-guru muda menjadi motor penggerak penguasaan teknologi. Namun, ia juga menegaskan bahwa guru senior tidak boleh diabaikan. Kolaborasi antara guru muda dan senior menjadi kunci keberhasilan.
“Jangan sampai yang senior hanya jadi penonton teknologi. Yang muda harus share of technology, sedangkan yang lebih tua menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, memastikan program digitalisasi berjalan sesuai target. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, tahun ini 288.865 sekolah akan menerima perangkat media pembelajaran digital.
“Sekolah-sekolah yang menerima IFP juga kita latih melalui bimbingan teknis agar optimal dalam penggunaan fitur-fitur yang ada,” kata Gogot.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menyalurkan perangkat ke seluruh sekolah negeri maupun swasta, dengan harapan program ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan pendidikan secara menyeluruh. [ipl/suf]






