Malang (beritajatim.com) – FEB Unisma (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang) memperingati dies natalis ke-42. Perayaan dies natalis ke-42 berlangsung di Gedung Pascasarjana lantai 7 Unisma, Rabu (14/6/2023) dengan pemotongan kue tart dan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E., M.Si., menceritakan fakultasnya berdiri pada 11 Juni 1981. FEB Unisma didirikan para cendekia, ulama, dan saat ini telah menjadi menjadi fakultas terbesar di Unisma.
“Dies natalis ini momen yang penting. Dengan berbagai capaian yang sudah kita raih, sebagai institusi berdaya saing internasional kita tidak boleh berhenti karena kebutuhan manusia hari ini dan di masa depan akan berubah ubah. Untuk itulah FEB Unisma terus melakukan inovasi tanpa henti atau inchoose improvement,” ujar Diana, Rabu (14/6/2023).
Menurut Diana ada kado indah saat perayaan ulang tahun ke-42 karena banyak prestasi FEB yang mendukung Unisma. “Kami ucapkan terimakasih kepada para senior kami. Telah meletakkan trilogi yang sangat baik, yaitu keikhlasan, kejujuran, dan kerukunan. Setinggi apapun kompetensi apapun yang kita ikuti tidak bisa berdiri tanpa ketiga hal itu,” ujar Dekan.
Dekan menegaskan bahwa pihaknya selalu adaptif terhadap perubahan lingkungan. Hal itu sejalan dengan kebutuhan untuk terus menciptakan sumber daya manusia unggul dalam rangka mengembangkan entrepreneur university.
“Tanpa dukungan mitra industri, upaya FEB mengimplementasi perguruan tinggi internasional dan pencapain akreditas unggul tidak akan maksimal,” jelasnya.
Baca Juga:
FEB Unisma Mantapkan Diri Berdaya Saing Internasional
Tak hanya peringatan dies natalis, FEB Unisma juga melakukan pelepasan calon wisudawan periode ke-70. Menurut Dekan, keduanya adalah momen yang sangat penting. Total ada 201 mahasiswa yang akan diwisuda dari tiga program studi, yaitu manajemen, akuntansi, dan perbankan syariah.
“Pelepasan ini sebagai wujud rasa syukur, Anda telah menjadi sarjana. Gelar sarjana membawa beban tinggi karena Anda telah dinyatakan kompeten sesuai profil lulusan di FEB Unisma. Beban berat jangan sampai membuat berpuas diri. Anda harus terjun ke masyarakat menjadi entrepreneur, atau bekerja di perusahaan,” pesannya di hadapan mahasiswa.

Lulusan FEB Unisma menurutnya tidak hanya berbekal knowledge atau skill, tetapi juga attitude. Ketiga hal itu penting, karena saat ini negara tengah mengalami krisis moral dan banyak timbul penyelewengan.
“Jadilah orang yang ber value, jangan menjadi toxic. Karena merusak institusi di mana anda berada. Kejarlah terus mimpi Anda untuk lanjut studi. Unisma menyediakan bal khusus untuk para alumni yang hendak melanjutkan pendidikan magister,” pungkasnya.
Baca Juga:
FEB Unisma Gandeng Pesantren Probolinggo Perkuat Pendidikan
Rektor Unisma, Prof, Dr. H. Maskuri, M.Si., memberikan ucapan selamat ulang tahun ke-42 kepada FEB Unisma. Menurutnya, FEB begitu luar biasa dengan prestasi yang mensupport perkembangan Unisma. Dia berharap dosen FEB dapat menjadi motor dan penggerak implementasi entrepreneur University.
“Ayo kita sama sama menjadi lokomotif dan pemimpi perubahan. Jangan hanya sekedar menjadi pengikut perubahan, apalagi penentang perubahan. Saya tunggu kreasi apa lagi dari FEB. Kalau pimpinan pusing tandanya ada kehidupan, kalau tidak pusing berarti tidak ada perubahan,” tuturnya.
Menurut Prof Maskuri, FEB Unisma adalah fakultas yang mencerminkan kerukunan. “Jajaran dekan sejak 1981 hingga 2015 semua bisa dihadirkan dengan penuh suka cita dan tersenyum. Itu cermin kerukunan dari FEB Unisma,” ungkap Rektor Unisma. [dan/beq]






