Ringkasan Berita:
- Sebanyak 29.869 calon murid lolos tahap 3 SPMB Jatim dari 62.056 pendaftar dan wajib daftar ulang hingga 27 Juni 2026.
- Masih tersedia peluang masuk melalui tahap keempat jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang dibuka 30 Juni–1 Juli 2026.
- Pemprov Jatim dorong penguatan SMK melalui program DUDI dan kerja luar negeri SMK 3+1 di banyak negara.
Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 29.869 calon murid dinyatakan lolos pada tahap ketiga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK Provinsi Jawa Timur. Dari total 62.056 pendaftar pada tahap ini, hasil seleksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir jalur Prestasi Nilai Akademik SMA dalam proses penerimaan peserta didik baru tahun 2026.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB dari tahap pertama hingga ketiga berjalan lancar dan kompetitif di tengah tingginya jumlah pendaftar.
“Jangan sampai tidak daftar ulang. Karena kalian bersaing dengan ratusan ribu pendaftar lain. Jika diterima artinya kalian memenuhi persyaratan verifikasi dan validasi berkas. Termasuk syarat nilai yang mumpuni,” ujar Khofifah, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa calon murid yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang paling lambat 27 Juni 2026. Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur menegaskan bahwa kursi yang tidak terisi akibat pengunduran diri akan dialihkan ke jalur pemenuhan kuota.
Jalur tersebut kembali dibuka pada 29 Juni 2026 pukul 09.00 WIB melalui laman resmi spmbjatim.net, dengan mekanisme seleksi berbasis pemeringkatan nilai akhir dan jarak domisili.
Secara keseluruhan, jumlah peserta yang diterima pada tiga tahap SPMB 2026 terdiri dari tahap pertama sebanyak 54.056 murid dari 213.066 pendaftar, tahap kedua 70.691 murid dari 138.820 pendaftar, dan tahap ketiga 29.869 murid dari 62.056 pendaftar.
Khofifah juga meminta peserta yang belum lolos agar tetap optimistis, karena masih tersedia peluang melalui tahap keempat jalur Prestasi Nilai Akademik SMK dengan kuota hingga 65 persen dari daya tampung sekolah.
Ia menegaskan bahwa SMK kini memiliki daya saing tinggi melalui penyelarasan kurikulum dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sertifikasi kompetensi, hingga program Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 dari Kemendikdasmen yang membuka peluang kerja internasional.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.
Program ini mencakup penempatan kerja dan magang di berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, tahun ini terdapat 1.734 pekerja migran alumni serta 3.186 murid yang akan mengikuti program magang luar negeri dari 115 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur, menjadikannya salah satu yang terbesar secara nasional.
“Di SMK kalian bisa kuliah juga bisa langsung bekerja. Kompetensi di masing-masing konsentrasi keahlian juga terus ditingkatkan. Ada sertifikasi sebelum turun ke industri. Peningkatan skill baik dari sisi guru maupun murid terus dilakukan. Jadi jangan berkecil hati jika tidak masuk SMA, ada SMK juga dengan program unggulan yang menyiapkan kalian masuk DUDI,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pendaftaran tahap keempat jalur Prestasi Nilai Akademik SMK akan berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Ia menyebut peserta dapat mendaftar menggunakan NISN, PIN, dan tanggal terbit Kartu Keluarga (KK), serta dapat memilih maksimal tiga konsentrasi keahlian di SMK yang sama atau berbeda.
Seleksi dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor (60%), Tes Kemampuan Akademik atau indeks sekolah asal (40%), serta jarak domisili ke sekolah dengan sistem pemeringkatan transparan.
“Seleksi jalur Prestasi Nilai Akademik SMK berlangsung secara transparan melalui sistem pemeringkatan. Karena itu, kami mengimbau seluruh calon murid mempersiapkan dokumen dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai jadwal agar tidak kehilangan kesempatan,” tegas Aries Agung Paewai. [tok/suf]






