Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri diharapkan mau maju sebagai calon presiden. Bukan tanpa alasan, purnawirawan Polri itu dianggap sosok tegas dalam melaksanakan tugasnya sebagai Ketua KPK.
Firli, begitu dia disapa, dianggap layak masuk dalam bursa Capres 2024, karena pengalamannya. Firli tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Ia pernah menjabat ajudan Wakil Presiden RI Boediono.
KPK di bawah komando Firli juga diakui Menko Polhukam Mahfud MD. Menurut Mahfud MD, Firli Bahuri membawa KPK lebih produktif dibanding periode sebelumnya. Hal itu terbukti dengan diprosesnya kasus korupsi besar yang melibatkan dua orang menteri, yaitu Edhy Prabowo (bekas Menteri KKP) dan Juliari P Batubara (bekas Menteri Sosial).
“Kalau berbicara KPK dalam arti produktivitas kerja, ya kita bisa berdebat, KPK bisa berdebat. KPK yang sekarang ini menghasilkan prestasi yang tidak kalah, malah mungkin yang lebih baik,” ujar Mahfud.
Firli pun menanggapi dorongan masyarakat yang menginginkan dirinya menjadi capres. Menurutnya, dirinya tidak tertarik dengan dorongan menjadi capres. Namun, dia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Saya sebetulnya tidak tertarik merespon kata-kata itu. Tapi, setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Tujuannya apa, tujuannya adalah kita ingin mewujudkan tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam alinea keempat pembukaan UUD 1945,” kata Firli.
“Pemerintah Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan yang tidak boleh kita lupakan hubungan terhadap dunia,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”empat-kunci”]
Lebih lanjut Firli menjelaskan, semua warga memiliki kewajiban memelihara ketertiban dunia berdasarkan perdamaian, kemerdekaan abadi dan sosial.
“Tujuan luhur kita adalah bagaimana kita bisa membersihkan Indonesia ini dari praktik-praktik korupsi. Korupsi harus kita jadikan sesuatu hal masa lalu. Hari ini dan ke depan Indonesia harus membangun peradaban budaya anti korupsi. Kita ingin hidup di dalam budaya dunia yang bebas dari korupsi,” tegasnya.
“Jadi, saya kira semangat saya, semangat anak bangsa ingin sama. Ingin mewujudkan tujuan negara dengan salah satu syarat Indonesia harus bebas dari korupsi. Kalau korupsi itu bebas dan tidak ada lagi, maka Indonesia akan bisa meniadakan kemiskinan, akan bisa menyelesaikan persoalan bnagsa. Dan pastinya, Indonesia akan cerdas, Indonesia akan sejahtera. Jadi, kata kuncinya tidak boleh lagi ada korupsi, mulai hari ini dan ke depan,” pungkasnya. [tok/but]






