Jember (beritajatim.com) – Yayasan Wis Wayahe Jember Bangkit saat ini tengah mencari sosok manajer yang akan memimpin klub Persid Jember, Jawa Timur, bertarung dalam kompetisi Liga 3 tahun ini. Sosok perempuan sangat diharapkan bisa mengisi posisi tersebut.
Musim sebelumnya, posisi manajer dipegang langsung oleh ketua yayasan, Rezky Pratama. “Tidak mungkin saya lagi. Saya sudah bekerja di Jakarta. Kami akan lakukan fit and proper test untuk manajer,” katanya, ditulis Minggu (29/5/2022).
“Menurut saya, manajer perempuan itu harus memiliki public speaking yang bagus. Sepak bola Indonesia saat ini sudah mulai ramah terhadap perempuan. Di Persikota Tangerang ada Prilly Latuconsina, kemudian di Persibo dan NZR Sumbersari juga manajernya perempuan,” kata Rezky.
Nantinya, manajer tersebut mengurus semua kebutuhan tim, termasuk dalam urusan kehumasan. “Nanti juga akan ada manajer operasional. Kami akan saling back up. Saya akan bantu-bantu dari Jakarta. Yayasan dan manajemen tetap berjalan. Rapat akan dilakukan via zoom,” kata Rezky.
Persiapan Persid akan dimulai setelah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur pada 25 Juni – 3 Juli 2022 berakhir. “Estimasi kami mungkin seleksi pemain akan dilaksanakan pada 1-3 Juli 2022,” kata Rezky.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid-jember”]
Sosok pelatih sudah ditetapkan, yakni mantan pelatih Hizbul Wathon, Herrie Setyawan. Herrie nantinya diharapkan bisa ikut menyeleksi pemain yang dibutuhkan Persid. Yayasan memilih Herrie karena faktor pengalaman. “Dia malang melintang di liga kasta tertinggi. Sempat jadi caretaker Djajang Nurdjaman di Persib. Pernah juga jadi asisten pelatih di PSM Makassar. Terakhir dia head coach di PSHW,” kata Rezky.
Herrie Setyawan adalah pelatih kelahiran Makassar, 8 Maret 1959. Sebagai bek kanan, ia pernah ikut membawa tim nasional Indonesia meraih medali emas dalam SEA Games 1991 di Manila. Sebelum menjadi pelatih, ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti Bandung Raya, Pelita Jaya, Persib Bandung, PKT Bontang, Persijap Jepara, PS Mojokerto Putra, PSB Bogor, Persma Manado, dan PSSA Asahan. [wir/ted]






